Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.03 WIB

Meriahnya Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8) tidak kalah meriah.

Dari pantauan JawaPos.com, ribuan tamu undangan sudah memenuhi halaman Gedung Negara Grahadi sejak pukul 14.00 WIB. Mereka tampak antusias dengan mengenakan batik hingga pakaian adat full aksesoris.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyediakan 4.000 undangan, meliputi Aparatur Sipil Negara, veteran, komunitas, jajaran Forkopimda, hingga masyarakat umum.

Prosesi Penurunan bendera dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelum itu, para tamu disuguhkan dengan berbagai pertunjukan, seperti drama kolosal, marching band SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, dan kolos pencak silat.

Terlihat, ratusan masyarakat juga ikut menyaksikan pertunjukkan dari luar gerbang Gedung Negara Grahadi. Dalam kerumunan tersebut, beberapa Warga Negara Asing (WNA) juga asyik menonton.

Tepuk tangan riuh terdengar jelas selama pertunjukkan, hingga tiba lah pada acara ini. Dengan langkah tegap, pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) masuk ke halaman Gedung Negara Grahadi.

Diiringi lagu Indonesia Raya oleh paduan suara, para tamu undangan dan peserta upacara berdiri tegak dan melakukan hormat bendera. Proses penurunan bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi pun berjalan lancar.

Pembawa baki kemudian menyerahkan bendera Merah Putih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebagai inspektur upacara untuk diamankan.

Dalam momen HUT kemerdekaan ini, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme warga Jatim.

“Jawa Timur harus menjadi rumah nyaman bagi semua warga bangsa, tanpa memandang suku, agama, budaya, tradisi, dan adat istiadat. Mari merefleksikan tema "Bersatu, Berdaulat,Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju," ujar Khofifah.

Ia berharap ke depan, Indonesia tumbuh menjadi negara lebih maju, baik dari sektor pendidikan, ekonomi, kualitas kesehatan, kualitas hidup, kualitas demokrasi dan pemerintahan, hingga perkembangan infrastrukturnya.

"Tidak ada lagi ego sektoral. Semua harus bersatu berkolaborasi untuk masa depan Jawa Timur. Mari kita terus bergerak, bersemangat, dan mencurahkan segala daya upaya mencapai Indonesia Emas 2045," tukas Khofifah. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore