Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 16.51 WIB

Buntut Siswa SMP Tewas Kesetrum di Sekolah, Dispendik Surabaya Minta SOP saat Masa Liburan Sekolah Diperketat

Kepala Dinas Pendidikan, Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kepala Dinas Pendidikan, Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Tewasnya seorang siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun, karena tersengat listrik di rooftop sekolah, belakangan ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat Kota Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan bahwa dia telah bertemu dengan para kepala sekolah. Salah satu yang dibahas adalah soal pengetatan SOP.

"Tadi saya sudah bertemu dengan kepala sekolah, cobalah kita ketati SOP di sekolah masing-masing. Biar tidak fitnah, maka SOP sekolahnya libur, harapan kami ya (siswa di sekolah tersebut) libur," tutur Yusuf, Jumat (16/5).

Namun, Yusuf menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, mengenai pengetatan SOP, Dispendik Kota Surabaya menyerahkan ini ke masing-masing sekolah.

"Kembali ke sekolah, karakternya sekolah itu nggak sama. Variatif banget. Ada sekolah, kaya libur puasa itu ada kegiatan ngaji di sekolah, masa saya mau ngelarang. Ini imbauan saja, teman-teman sekolah menyesuaikan," imbuhnya. 

Kalaupun pihak sekolah memperbolehkan siswa untuk beraktivitas di lingkungan sekolah ketika libur, Yusuf Masruh meminta agar kegiatan tersebut didampingi oleh pihak sekolah, misalnya guru. 

"Yang terpenting, anak itu harus didampingi. Tapi misal kalau guru dan sekolah sepakat (saat libur), 'hai nak, ada kegiatan ngaji', ya disepakati, tetapi harus ada pendampingan," seru Yusuf.

Sebelumnya, nasib malang dialami oleh siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun. Ia tewas usai tersengat listrik di rooftop SMAK Frateran Surabaya pada Jumat (28/5). Tepat di Hari Raya Nyepi.

Insiden tersebut terjadi saat SSH dan empat temannya hendak berlatih untuk ujian praktek Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa saat memanjat pagar besi pembatas, SSH diduga menginjak kabel listrik AC yang terkelupas dan berada di genangan air, menyebabkan dirinya tersengat listrik.

"Dari CCTV terlihat, SSH sempat berteriak dirinya kesetrum sambil memegang pagar besi, namun teman-temannya sempat mengira ia hanya bercanda," ujar Ketua Dewan Pembina IKA Frateran, Tjandra Sridjaja.

Melihat SSH tidak bergerak, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan. Pihak sekolah dan satpam langsung membawa SSH ke Rumah Sakit Adi Husada Undaan. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Atas insiden ini, Ayah korban, Tanu Hariadi melaporkan pihak sekolah ke Polrestabes Surabaya pada Sabtu (10/5). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/549/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore