
Stiesia Surabaya mengukuhkan 3 guru besar pada Senin (21/4). Kini total ada 10 guru besar aktif di Stiesia Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya menorehkan sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi. Tiga dosen senior dikukuhkan sebagai guru besar yang berlangsung Senin (21/4) di Hall STIESIA Surabaya. Menandai komitmen institusi dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketiga guru besar itu adalah Prof. Dr. Suwitho, M.Si. di bidang manajemen pemasaran, Prof. Dr. Wahidahwati, S.E., M.Si., Ak., CA. di bidang akuntansi sektor publik, serta Prof. Dr. Lilis Ardini, S.E., M.Si., Ak., CA. di bidang akuntansi pemeriksaan atau audit. Kini STIESIA resmi memiliki 10 guru besar aktif.
Ketua STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., menyebut momen ini sebagai kado spesial dalam rangka Dies Natalis STIESIA ke-53 yang jatuh satu hari sebelum pengukuhan pada 20 April 2025. “Pengukuhan ini menjadi bukti nyata tata kelola perguruan tinggi yang baik. Kami menjadwalkan peningkatan jabatan akademik secara sistematis. Alhamdulillah, hari ini kami kukuhkan tiga guru besar baru,” ujarnya.
Ketua STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., dan Prof. Dr. Suwitho, M.Si. (bidang manajemen pemasaran). (Istimewa)
Menurut Prof. Fadjrih, peran guru besar tak hanya terbatas pada proses pengajaran tetapi juga kewajiban untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas. “Ini adalah bentuk tanggung jawab keilmuan yang tidak hanya memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketiga guru besar yang dikukuhkan telah menorehkan kontribusi penting di bidangnya masing-masing. Prof. Suwitho dikenal dengan spesialisasi di manajemen pemasaran, khususnya green marketing yang relevan dengan isu-isu keberlanjutan. Ada momen haru dalam orasi ilmiahnya saat kedua orang tuanya diperkenalkan.
“Dulu kedua orang meminta saya menjadi guru. Kini, saya bukan hanya menjadi seorang guru tapi menjadi guru besar. Hari ini beliau datang berdua jauh dari alas purwo untuk menyaksikan pengukuhan anaknya,” cerita Prof Suwitho disambut deru tepuk tangan.
Ketua STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., dan Prof. Dr. Wahidahwati, S.E., M.Si., Ak., CA. (bidang akuntansi sektor publik). (Istimewa)
Jika Prof. Suwitho mendalami green marketing, Prof. Lilis Ardini mengangkat isu terkini seputar pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia audit. “Kontribusi saya berkaitan dengan bagaimana AI dapat membantu perusahaan mengurangi potensi kecurangan. Namun tetap, peran manusia tidak tergantikan. Nilai-nilai etika dan independensi auditor harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Wahidahwati menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik. Ia melakukan kajian mengenai budaya organisasi dan sistem pengendalian internal dapat mendorong peningkatan kinerja pemerintahan, khususnya di Kota Surabaya. “Jika budaya organisasi dan tata kelola kuat, kinerja pemerintahan akan meningkat secara signifikan,” tuturnya.
Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., yang turut memberikan apresiasi atas capaian STIESIA Surabaya. Ia menyebut bahwa kehadiran guru besar merupakan bagian penting dari resource management di perguruan tinggi.
“Kami berharap para profesor STIESIA dapat memberikan multiplier effect bagi pembangunan bangsa. Komitmen penguatan sumber daya manusia harus menjadi prioritas demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Ketua STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., dan Prof. Dr. Lilis Ardini, S.E., M.Si., Ak., CA. (bidang akuntansi pemeriksaan (audit). (Istimewa)
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari perjalanan panjang akademik dan kerja keras yang dilakukan oleh para dosen. STIESIA Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan ekonomi, tetapi juga konsisten dalam melahirkan pemikir-pemikir berpengaruh di tingkat nasional dan internasional. (*)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
