
Ilustrasi hasil penyelidikan internal pihak pengelola tol atas insiden mobil BMW lompat. (PT Waskita Bumi Wira (WBW) untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Fenomena mobil melompat layaknya film aksi Hollywood di proyek jembatan tol di KM 28+950 Ruas Tol Krian – Legundi – Bunder (KLBM) mulai terkuak. Pihak pengelola menyebut bahwa mobil sempat berhenti untuk masuk ke celah sempit. Sebelum akhirnya terjatuh dari ketinggian sekitar 6 meter.
Dirut PT Waskita Bumi Wira (WBW) Norman Hidayat dalam keterangan tertulis menjelaskan, peristiwa itu telah ditindaklanjuti pihak Polisi Jalan Raya (PJR) Jatim III Ditlantas Polda Jatim. Pihaknya juga memastikan bahwa para pengemudi dalam kondisi selamat dan telah menjalani perawatan medis. "Hasil investigasi kami memastikan bahwa pengemudi mobil teridentifikasi melanggar marka jalan dan rambu petunjuk arah yang tersedia," ungkapnya.
Hal tersebut berdasarkan pantauan yang dilakukan. Bahwasannya mobil tercatat memasuki gerbang tol Belahan Rejo dengan tujuan akhir menuju Bunder. Saat melintas di KM 27/A, pengemudi sempat berhenti beberapa saat di bahu jalan. Diduga pengemudi berhenti dibahu jalan untuk melihat google map pada pukul 21:52:36. "Lalu berbelok tajam ke celah sempit melewati median concrete barrier (MCB) yang terletak pada ujung percabangan jalan," jelasnya.
Setelah berhasil masuk, mobil melaju seperti biasanya dengan kecepatan berkisar 80 kilometer per jam. Nah, jarak celah sempit dengan lokasi kejadian sekitar 1,2 kilometer. Hingga akhirnya pada pukul 21.53.22 mobil pabrikan Jerman itu terjun bebas dari jembatan ke lokasi simpang jalan Wahidin Sudirohusodo.
Ilustrasi hasil penyelidikan internal pihak pengelola tol atas insiden mobil BMW lompat. (PT Waskita Bumi Wira (WBW) untuk Jawa Pos)
Berdasarkan pengamatan lapangan dan CCTV, pengemudi sempat melakukan pengereman sebelum kecelakaan terjadi. Pengereman yang dilakukan sekitar 9,5 meter dari lokasi ujung jembatan. "Terlihat pada adanya bekas rem ban pada lokasi jalur yang dilewati," bebernya.
Pihaknya tentu menyayangkan peristiwa tersebut. Terlebih, beton MCB pada persimpangan jalan telah tersedia sejak 2020 dengan panjang 250 meter. Marka jalan yang terpasang juga berfungsi sebagai peringatan, membatasi lajur dan mengarahkan arus lalu lintas pengguna jalan agar tidak memasuki area proyek sambungan jalan tol.
"Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi yang menandakan bahwa lokasi tersebut tidak dapat dilewati dan bukan merupakan bagian dari jalan tol aktif yang dapat digunakan oleh masyarakat umum," ungkapnya.
Sebenarnya, lajur tersebut hanya digunakan sebagai lajur inspeksi yang khusus diperuntukkan bagi kendaraan operasional petugas. Sebagai tindak lanjut dan bentuk respons cepat dan komitmen terhadap peningkatan keselamatan, pihaknya melakukan evaluasi dan peningkatan sistem pengamanan. "Dengan pemasangan MCB pada ujung Jembatan Proyek Jalan Tol, serta Pemasangan pagar portal pada celah Median Concrete Barrier dan Bull Nose Diverging," ungkapnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarudin juga telah memastikan penutupan total terhadap pada sisi jalur tol yang belum rampung itu. Proses penyelidikan pun masih menunggu pengemudi pulih dari cidera punggung. "Saat peristiwa, hanya ada akses jalur sepanjang 1,6 meter di ujung persimpangan. Sehingga cukup sulit untuk masuk jika dilihat dari jenis mobil yang dikendarai," terangnya.
Untuk proses penyelidikan lanjutan, pihaknya masih menunggu kondisi pengemudi Rudie Herru Komandono pulih. Hasil penyelidikan awal, warga asal Kecamatan Benowo Kota Surabaya itu dalam kondisi sadar. Lantaran tidak ditemukan tanda-tanda penyalahgunaan obat terlarang. "Penyelidikan lebih lanjut menunggu pengemudi pulih. Hasil MRI menunjukkan ada cidera pada punggung akibat benturan," imbuhnya. (yog)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
