
Dokter memeriksa pasien ISPA. (Dok. JawaPos)
JawaPos.com–Cuaca yang tidak menentu di awal Ramadhan menjadi tantangan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Siang hari yang panas terik sering kali diikuti hujan deras pada sore atau malam hari, menyebabkan perubahan suhu yang drastis.
Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ditambah dengan keterbatasan asupan cairan selama puasa, daya tahan tubuh melemah, membuat orang lebih rentan terhadap virus dan bakteri.
Sejumlah fasilitas kesehatan di Surabaya mencatat peningkatan kasus ISPA dalam pekan pertama Ramadhan. Di Puskesmas Gunung Anyar, flu menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani.
Dalam periode 1–7 Maret, tercatat 95 pasien yang mengalami gejala flu dan batuk. Kepala Puskesmas Gunung Anyar Lucas Wisnuaji menyebut, kombinasi antara cuaca ekstrem dan kondisi tubuh yang kekurangan cairan akibat puasa menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut.
”Saat cuaca panas dan tubuh kekurangan cairan, daya tahan tubuh melemah, sehingga lebih mudah terpapar virus penyebab ISPA,” ujar Lucas Wisnuaji kepada JawaPos.com.
Gejala umum yang dialami pasien meliputi batuk, pilek, demam, dan tubuh terasa lemas. Jika tidak segera ditangani, ISPA bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Lebih lanjut, Lucas menjelaskan, ISPA yang tidak segera membaik dalam waktu satu minggu perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
”Jika gejala terus berlanjut, perlu pemeriksaan dahak untuk memastikan bukan TBC. Jika infeksi semakin parah, bisa menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia, terutama pada anak-anak di bawah usia dua tahun,” jelas Lucas Wisnuaji.
Sementara itu, peningkatan kasus ISPA juga terlihat di Rumah Sakit Haji Surabaya (RSHU). Humas RSHU Alisha mengungkapkan, pneumonia dan bronkopneumonia menjadi dua penyakit ISPA yang paling banyak ditangani di rumah sakit tersebut sepanjang 2025.
”Sejak awal tahun ini, kami telah merawat 150 pasien dengan pneumonia dan bronkopneumonia di ruang rawat inap, serta 56 pasien rawat jalan. Sementara dalam enam hari pertama Ramadhan, ada 17 pasien ISPA yang harus mendapatkan perawatan medis,” kata Alisha.
Mengingat tingginya kasus ISPA, masyarakat yang menjalankan puasa diimbau untuk menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
