
Ilustrasi: Jam belajar di sekolah-sekolah di Surabaya akan disesuaikan selama bulan Ramadhan. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menjelang bulan Ramadhan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya telah menetapkan kebijakan terkait jadwal belajar siswa.
Selama bulan puasa, pembelajaran akan berlangsung dalam dua tahap. Yakni belajar mandiri di rumah dan kegiatan Ramadhan di sekolah.
Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Putri Aisyah Mahanani mengungkapkan bahwa mulai 27 Februari hingga 5 Maret 2025, siswa akan belajar secara mandiri di rumah.
“Mereka bisa belajar di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan sekitar sesuai dengan tugas yang diberikan oleh sekolah,” jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (24/2).
Setelah itu, mulai 6 hingga 25 Maret 2025, pembelajaran akan kembali dilaksanakan di sekolah dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan nilai religius dan karakter siswa.
“Kegiatan seperti tadarus Al-Qur'an, pesantren kilat, serta kajian keislaman akan menjadi bagian dari pembelajaran Ramadhan di sekolah,” tambah Putri.
Untuk menyesuaikan kondisi selama puasa, Dispendik menetapkan pengurangan durasi jam pelajaran. Mata pelajaran di tingkat SD akan berlangsung selama 25 menit per sesi, SMP selama 30 menit, dan SMA/SMK selama 35 menit.
“Sekolah dapat mengatur jam belajar mereka sendiri, tetapi tetap mengikuti batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.
Beberapa sekolah telah menyiapkan strategi khusus untuk menyelaraskan jadwal pembelajaran selama Ramadhan. Kepala SMAN 10 Surabaya, Teguh Santoso, menyatakan bahwa sekolahnya akan mengalokasikan waktu pembelajaran mandiri untuk pelaksanaan ujian.
“Pada periode 27 Februari hingga 5 Maret, siswa belajar di rumah, sementara mulai 10 Maret hingga 20 Maret, mereka hanya masuk sekolah saat ada ujian,” terangnya.
SMAN 10 akan membagi jadwal ujian dalam tiga sesi. Yakni pukul 06.30 untuk ujian PSAJ kelas 12, sesi kedua untuk ujian tengah semester kelas 11, dan sesi terakhir untuk ulangan kelas 10. “Paling lambat, semua ujian selesai pada pukul 14.00,” tambah Teguh.
Selain ujian, SMAN 10 juga akan menyelenggarakan kegiatan pondok Ramadhan serta aksi sosial berupa pembagian zakat fitrah bagi siswa dan warga sekitar.
Sementara itu, Dispendik juga memastikan bahwa siswa nonmuslim tetap mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan keyakinan mereka.
“Akan ada bimbingan rohani serta kajian keagamaan yang relevan dengan agama masing-masing, termasuk pembelajaran karakter berbasis kehidupan sehari-hari,” jelas Putri.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar selama Ramadhan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kesempatan siswa untuk menjalankan ibadah.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
