Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2025, 00.31 WIB

Fokus Infrastruktur Perkampungan, Surabaya Gelontorkan Rp 1,4 Triliun untuk Atasi Banjir 2025

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau dan menangani banjir beberapa waktu lalu. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau dan menangani banjir beberapa waktu lalu. (Humas Pemkot Surabaya)

 
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sepertinya cukup serius menangani permasalahan banjir, yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Terlebih ketika cuaca ekstrem dan hujan lebat tiba.
 
Banjir memang bukan permasalahan baru, mengingat Surabaya adalah daerah hilir yang letak geografisnya berada di kawasan pesisir utara laut Jawa, dan persis di sebelah timur laut Madura. 
 
Dikatakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas. Bahkan telah dimasukkan ke dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sekitar Rp 1,4 triliun. 
 
 
“Kemarin (rancangan anggaran) sudah disampaikan (ke DPRD), masih ada koreksi-koreksi. Nanti semua akan tahu, belanja wajibnya pemkot itu berapa, saya sampaikan itu,” ujar Eri, Minggu (12/1).
 
Pada 2024, beberapa proyek penanganan banjir telah dikerjakan Pemkot Surabaya bertahap. Mulai dari pelebaran kapasitas saluran, penambahan unit rumah pompa, pembangunan bozem, hingga normalisasi sungai. 
 
Proyek-proyek tersebut nantinya dilanjutkan pada 2025. Proyek penanganan banjir di perkampungan dan sejumlah jalan protokol, lanjut Eri, akan diprioritaskan oleh Pemkot Surabaya. 
 
Proyek pembangunan paving di perkampungan juga rencananya dikerjakan pada 2025. Terkait jumlah proyek, Eri belum bisa menjawab karena masih menunggu usulan para RT di seluruh wilayah Kota Surabaya.
 
"Saya sudah menyampaikan ke seluruh kampung, yang ingin dibuat paving dan u ditch, kirim semua (datanya), setelah dihitung (total anggaran yang dibutuhkan) Rp 2,8 Triliun, berarti lan harus ada skala prioritas, bertahap," ujarnya.
 
Selain proyek penanganan banjir, Eri Cahyadi juga membeberkan bahwa APBD 2025 akan digunakan untuk membiayai belanja wajib. Seperti Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA), pembayaran BPJS.
 
"Kemudian gaji pegawai, pembayaran listrik, hingga penyelesaian stunting. Nah, yang wajib-wajib itu berapa, sisanya baru digunakan untuk pekerjaan yang lainnya. Nah, yang lainnya nanti juga akan saya sampaikan,” tukas Eri Cahyadi.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore