
Konferensi pers Polres Malang terkait kecelakaan lalu lintas di KM 77+200 Tol Pandaan-Malang, Rabu (25/12). (Ananto for JawaPos.com)
JawaPos.com–Sopir truk berinisial SW, 65, ditetapkan sebagai tersangka dari kecelakaan lalu lintas di KM 77+200 Jalan Tol Pandaan-Malang. Empat orang dinyatakan tewas dalam insiden itu.
Nasib sang sopir sebagai tersangka ini, diumumkan Kepala Polres Malang AKBP Putu Kholis Aryana dalam sebuah konferensi pers di Crisis Center kawasan Exit Tol Karanglo, Kabupaten Malang, Rabu (25/12).
”Yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka dan mempersangkakan dengan pasal 1, 2, 3, dan 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” ujar AKBP Kholis.
Penetapan status SW sebagai tersangka tentu bukan tanpa alasan. Berdasar rangkaian penyelidikan yang telah dilakukan hingga pencocokan alat bukti, sopir pembawa pakan ternak seberat 11,2 ton itu dinilai lalai.
Salah satu alat bukti yang memperkuat adanya unsur kelalaian sang sopir adalah dokumen riwayat pemeriksaan kondisi truk. Truk tersebut tidak melakukan pemeriksaan temperatur dan radiator truk secara rutin.
”Dibuktikan adanya kolom pemeriksaan temperatur dan radiator truk. Pada Juli, Agustus, September, November, tidak ter-check list. Sementara pada Oktober, yang diperiksa hanya radiator,” imbuh Putu Kholis Aryana.
Kondisi ini yang memicu mesin truk kelebihan suhu atau over heat, hingga truk tidak kuat menanjak. Sang sopir pun sempat memutuskan untuk menepikan kendaraan di bahu jalan dan memberi ganjalan dengan balok kayu.
”Over heat yang dialami truk karena adanya kebocoran bagian cooling system dan relevan dengan kondisi saat kejadian (23/12). Kami juga menemukan adanya selang radiator terputus. Sistem pengereman bermasalah,” tutur Kholis.
Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan lalu lintas di KM 77 Tol Pandaan-Malang, SW belum ditahan oleh pihak kepolisian. Sebab, warga Bojonegoro itu masih dirawat di Rumah Sakit Prima Husada Singosari.
”Yang bersangkutan masih menjalani perawatan dengan pengawasan dari jajaran Satlantas Polres Malang. Kami belum bisa meminta keterangan dia secara utuh,” tukas Kapolres Malang Putu Kholis Aryana.
Sebelumnya, kecelakaan maut di KM 77+200 Jalan Tol Pandaan-Malang melibatkan truk pembawa pakan ternak, dan bus pariwisata Tirto Agung yang membawa rombongan pelajar SMP IT Darul Qur’an Mulia, Bogor.
Dari insiden itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Yakni yakni Untung Subagyo (sopir bus), Ahmad Bahrur Rozi (kernet bus), Tri Subangkit Mulyana, dan Iyan Maryanah (pendamping).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
