Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Desember 2024 | 21.32 WIB

Tim SAR Kejar Waktu Temukan Bocah 3,5 Tahun di Surabaya yang Terseret Arus Selokan

 

Tim SAR gabungan sedang berupaya mencari keberadaan korban balita Surabaya yang hilang terbawa arus selokan. (Dian Wahyu Pratama/ Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Nasib malang dialami oleh MR, 3,5 tahun. Bocah asal Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya itu hilang setelah terperosok selokan dan terbawa arus. Selasa (24/12) kemarin.
 
Pada saat kejadian, hujan deras sedang mengguyur wilayah Babatan. Dari pantauan CCTV, terlihat MR sedang bermain hujan-hujanan bersama kakak perempuan berinisial A, 6 tahun, dan temannya, D, 5 tahun.
 
Sang kakak memakai pakaian putih motif polkadot merah, sementara korban dan temannya tidak memakai busana. MR kemudian melihat aliran air di selokan dan terperosok. Tubuh kecilnya pun seketika terseret arus.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pun langsung bergegas mencari keberadaan korban. Namun, pencarian Selasa (24/12) belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan hari ini, Rabu (25/12).
 
BPBD bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kemudian menambah titik operasi pencarian di area Box Culvert sekitar Wiyung, Surabaya. Setidaknya ada 50 petugas gabungan yang dikerahkan.
 
"Jika memang dibutuhkan tambahan, itu sifatnya kondisional. Nah untuk  titik pencarian di box culvert, kami akan berkoordinasi dengan DPKP," ujar Komandan Tim Basarnas Kantor SAR Surabaya Eko Aprianto.
 
Sebab, box culvert biasanya dipenuhi dengan tumpukan sampah. Oleh karena itu Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya membekali alat untuk bernapas atau breathing apparatus. 
 
"Sehingga ada sedikit gas atau oksigennya sedikit. Jadi nanti kami mungkin akan koordinasi dengan damkar untuk membawa breathing apparatus dalam pencarian (di Box Culvert) nanti," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Kalaksa BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menuturkan, aliran air yang menyeret korban diperkirakan mengarah ke dua lokasi. Yakni Kali Makmur atau pompa air Wiyung.
 
"Kami sudah mencari di titik awal kemudian sudah disisir sampai ke Kali Makmur. Setelah istirahat, yang arah ke pompa atau ke selatan, itu akan disisir oleh teman-teman semuanya," ujar Hebi.
 
Ia berharap, tim SAR gabungan bisa segera menemukan korban MR sebelum Rabu (25/12) pukul 15.30 WIB. Artinya sebelum 24 jam sejak kejadian. Baik itu dalam kondisi hidup atau meninggal dunia.
 
"Biasanya, kalau tenggelam seperti yang tahun lalu, itu setelah 24 jam jenazahnya akan mengapung. Tapi kami akan terus melakukan pencarian sampai tujuh hari, sesuai SOP kebencanaan," tukasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore