Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 15.24 WIB

Kronologis Dekan FK Unair SurabayaDicopot usai Tolak Rencana Menkes Impor Dokter Asing

LULUSAN DIFAVORITKAN: Kepuasan pimpinan perusahaan terhadap pekerja (employer reputation) yang merupakan alumni Unair naik signifikan 30 poin menjadi top 95 atau masuk ranking 100 besar dunia. - Image

LULUSAN DIFAVORITKAN: Kepuasan pimpinan perusahaan terhadap pekerja (employer reputation) yang merupakan alumni Unair naik signifikan 30 poin menjadi top 95 atau masuk ranking 100 besar dunia.

JawaPos.com–Dekan FK Unair Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) yang akrab disapa Prof Bus dicopot seusai berkomentar terkait dokter asing. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewacanakan jika pihaknya akan kulakan atau mengizinkan dokter asing masuk ke Indonesia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kedatangan dokter asing itu bukan untuk bersaing dengan dokter di Indonesia. Dokter asing ke Indonesia untuk menyelamatkan ratusan ribu nyawa orang Indonesia yang sakit stroke hingga jantung. Bukan hanya pasien dewasa, impor dokter asing itu juga menurut Budi Gunadi bisa menyelamatkan 12 ribu bayi kelainan jantung.

”Lho dokter kita mampu. Masalahnya adalah jumlah dokter di Indonesia nggak cukup. Dan, lebih dari 6 ribu bayi tiap tahun mengalami risiko kehilangan nyawa. Kita nggak bisa menunggu,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Pada 27 Juni, Prof Budi Dekan Fakultas Kedokteran Unair merespons wacana impor dokter asing oleh Menkes Budi Gunadi. Dia menegaskan menolak rencana impor dokter asing itu ke Tanah Air.

”Secara pribadi dan institute, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Budi itu.

Dia meyakini dan optimistis jika 92 fakultas kedokteran di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas. Bahkan, kualitas dokter Indonesia tidak kalah dengan dokter asing. Karena itu, impor dokter asing tidak perlu dilakukan.

”Saya pikir semua dokter di Indonesia tak ada yang rela kalau dokter asing bekerja di sini. Karena kita ini mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter di rumah sendiri,” tegas Budi Santoso.

Dekan FK Unair Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) yang akrab disapa Prof. Bus memberikan konfirmasi terkait pencopotan dirinya dari pucuk pimpinan Fakultas Kedokteran Unair di Surabaya.

”Iya betul (dicopot),” kata Budi Santoso kepada awak media pada Rabu (3/7) di Surabaya.

Prof Budi mengungkapkan, dirinya sempat dipanggil Rektor Unair Prof Nasih. Pemanggilan itu dipenuhi pada 1 Juli.

Dekan FK Unair itu diminta datang ke Rektorat Unair pasca dirinya berkomentar terkait rencana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mendatangkan dokter asing ke Indonesia.

”Saya dianggap salah melampaui kewenangan (dari institusi maupun pribadi). Saya betul memang menyampaikan suara bahwa tidak setuju dengan dokter asing. Saya diminta mundur atau diproses pada pertemuan 1 Juli itu,” ungkap Budi Santoso.

Pertemuan 1 Juli ternyata bukan undangan menghadap Rektor Prof Nasih untuk terakhir kali. Pada 2 Juli, Prof Budi kembali dipanggil. Sayangnya, Prof Budi sedang tidak lagi di Surabaya. Dia ada di Jakarta memenuhi undangan sebagai pembicara di salah satu acara.

Dan, pada 3 Juli, kabar pemberhentian sebagai Dekan FK Unair di Surabaya sampai di telinga Prof Budi. ”Rabu (3/7), sekitar pagi hari, saya diberi tahu jika proses pemberhentian sedang diproses. Kemudian, pada pukul 15.00, 3 Juli proses pemberhentian itu selesai dan surat pemberhentian Dekan FK Unair untuk saya keluar. Saya sudah menerima surat pemberhentian,” jelas Budi Santoso.

Sebelumnya, Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair Martha Kurnia Kusumawardan buka suara. Marhtha memberikan jawaban secara teks melalui whatsapp kepada para awak media.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore