Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juni 2024 | 02.44 WIB

Tekan Laju Inflasi di Surabaya, Pemkot Rutin Gelar Gerakan Pangan Murah tiap Bulan

Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Halaman Kantor Kelurahan Dukuh Menanggal, Kamis (27/6). (Pemkot Surabaya) - Image

Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Halaman Kantor Kelurahan Dukuh Menanggal, Kamis (27/6). (Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Pemkot Surabaya berupaya menekan laju inflasi. Salah satu upaya tersebut adalah rutin menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap bulan. Kali ini, GPM digelar di Halaman Kantor Kelurahan Dukuh Menanggal, Kamis (27/6).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, berdasar hasil pengawasan, terdapat gejolak kenaikan harga bawang merah dan cabai merah. GPM kembali digulirkan di kawasan Surabaya Selatan, dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan komoditas bahan pangan dengan lebih murah.

”Hari ini, kita upayakan menyediakan cabai merah dan bawang merah. Mudah-mudahan itu bisa menstabilkan harga pangan, dan menekan inflasi. Serta, memberikan kepercayaan masyarakat sehingga mendapatkan produk yang lebih murah di sini,” kata Antiek.

Antiek menerangkan, dalam program GPM, bahan pangan yang tersedia sama dengan sebelumnya. DKPP Surabaya turut menggandeng sejumlah UMKM di Kecamatan Gayungan.

”Secara umum sama semua, kita juga mendorong UMKM di setiap wilayah untuk ikut. Seperti ini, UMKM dari kelurahan dan kecamatan di sini kita berikan kesempatan untuk bisa tampil,” terang Antiek Sugiharti.

Sejumlah bahan pangan yang tersedia pada program GPM kali ini, di antaranya beras medium 2 ton @ 5 kg dengan harga Rp 56.000, beras premium 200 kg @ 5 kg dengan harga Rp 69.500, gula pasir 200 kg @ 1kg dengan harga Rp 17.000, minyak goreng 120 L @1L dengan harga Rp 16.000, dan Minyakita 1.200 L @1L dengan harga Rp 13.000.

Selanjutnya, cabai merah besar 75 pack @ 250 gram, cabai rawit merah 75 pack @ 250 gram, bawang merah 75 pack @ 250 gram, serta bawang putih 75 pack @ 250 gram.

”Ada pula daging sapi dan daging ayam, dengan beberapa produk olahannya,” jelas Antiek Sugiharti.

Antiek menuturkan berdasar hasil evaluasi pelaksanaan program GPM, pihaknya rutin melihat antusiasme masyarakat di setiap lokasi. Sebab, hal itu berpengaruh pada kebutuhan masyarakat.

”Kami mencoba melihat masing-masing daerah yang diminati produknya apa? Itu kita coba petakan karena peminat masing-masing produk bahan pangan berbeda-beda,” ungkap Antiek Sugiharti.

Sedangkan untuk pemilihan lokasi program GPM, DKPP Surabaya telah berkoordinasi dengan kecamatan. Mulai dari tempat pelaksanaan, serta produk bahan pangan yang dibutuhkan warga. Sebab, program GPM rutin digulirkan setiap bulan.

”Kami memutar per wilayah kecamatan, bulan depan kita kembali koordinasi dengan kecamatan. Kira-kira di kelurahan mana dan segmentasi warganya seperti apa, sehingga kami bisa menghitung kebutuhan untuk disediakan,” ujar Antiek Sugiharti.

Sementara itu, Titik, warga di kawasan Jalan Dukuh Menanggal, ikut memanfaatkan program GPM untuk melengkapi kebutuhan dapur. Dia membeli sejumlah bahan pangan, seperti beras, telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

”Kegiatan ini tentunya sangat membantu, harga di sini lebih murah. Terima kasih Pemkot Surabaya dan Bapak Wali Kota yang sudah menggelar Gerakan Pangan Murah,” ucap Titik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore