
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) 97, peringkat satu se-Jawa Timur pada 2023. Penilaian tersebut, dipaparkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rapat koordinasi peningkatan upaya pemberantasan korupsi bersama seluruh kepala daerah di wilayah Jatim.
KPK tidak hanya memaparkan hasil penilaian MCP dari masing-masing pemerintah kota/daerah. KPK juga memaparkan data pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi mulai 2020 - 2024 di Jatim. Dari data tersebut, ada 343 aduan dugaan korupsi di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, data tersebut adalah hasil laporan dari seluruh instansi pemerintahan di Kota Surabaya. Bukan hanya laporan di lingkungan Pemkot Surabaya.
”Surabaya pengaduan tertinggi itu bukan pemkotnya. Instansi di Surabaya itu banyak, ada pemkot, ada kementerian di sini, lembaga juga di sini, provinsi juga di sini. Itu masuk Kota Surabaya,” ujar Eri.
”Pengaduan khusus Kota Surabaya, tidak begitu, lihat MCP-nya Surabaya berapa? Nomor satu, SPI-nya 79,” kata Wali Kota Eri.
Dia menyebutkan, selain MCP, KPK juga menunjukkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemkot Surabaya 2023. Dari hasil survei tersebut, pemkot meraih angka yang memuaskan, yakni 79,57 persen (warna hijau) terjaga.
Eri memastikan, jumlah aduan dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Surabaya tidak sebanyak itu. Ada beberapa aduan yang masuk, namun jumlahnya sedikit.
”Ada, tapi sedikit jumlahnya. Sekitar 30an berapa gitu,” kata Eri.
Wali kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, kebanyakan aduan dugaan korupsi yang masuk, adalah terkait percepatan pelayanan. Bahkan, juga ada ketua RW yang dilaporkan ke KPK.
”Sampai RW dilaporno iku yo onok (RW yang dilaporkan juga ada). Sebenarnya kan RW (iuran) boleh-boleh saja, ketika dia ada pembangunan, jalannya rusak dibangun. Tapi itu sampai dilaporkan ke sana,” ungkap Cak Eri.
Cak Eri menambahkan, hal itu menjadi tantangan pemkot untuk lebih baik lagi dalam mencegah praktik korupsi. Tidak hanya di lingkungan pemkot, seluruh instansi pemerintahan, baik lembaga atau kementerian di Kota Surabaya, juga bisa terbebas dari praktik korupsi.
”Ini menjadi tantangan kita ya, bagaimana Surabaya bisa terus bergerak. Karena kalau orang nggak tahu, Surabaya dipikir pemkot, padahal di Surabaya ini instansinya banyak,” tandas Eri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
