
Turnamen sepak bola putri Milk Life Soccer digelar di Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya.
JawaPos.com–Surabaya tengah menjadi bidikan atau masuk dalam daftar pemburuan bibit pesepak bola perempuan melalui Milk Life Soccer. Kompetisi atau ajang sepak bola putri ternyata bukan hal baru.
Indonesia kali pertama menghelat kompetisi sepak bola perempuan pada 1981. Ajang yang bernama Piala Kartini itu pernah diikuti Buana Putri (Jakarta), Putri Priangan (Bandung), Putri Pagilaran (Pekalongan), dan Sasana Bakti (Surabaya).
Pantauan JawaPos.com, dalam turnamen Milk Life Soccer yang digelar di Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya tersebut diikuti 58 tim yang terbagi atas 42 tim Kategori Usia (KU) 12 dan 16 tim KU 10 dari madrasah ibtidaiyah maupun sekolah dasar (SD).
Turnamen dimulai 2-5 Mei. Tidak hanya mempertandingkan kompetisi 7 vs 7, pada ajang itu juga menampilkan berbagai uji ketangkasan bagi para siswi. Antara lain, Skill Challenge berupa dribbling, passing control, one on one, shot on target, hingga penalty shot.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, Surabaya menjadi venue kedua setelah Kudus bukan tanpa alasan. Surabaya banyak memiliki bibit-bibit muda pesepak bola putri.
”Kota Surabaya menjadi titik berikutnya setelah digelar di Kudus. Kami melihat klub berjuluk Woman in Green meraih prestasi gemilang, serta cukup banyak minat dari siswi tingkat SD untuk bermain sepak bola,” jelas Yoppy saat konferensi pers.
Head of Field Promotion Savoria Muhammad Fayyadl menjelaskan, kolaborasi bersama Milk Life Soccer Challenge – Surabaya Series 1 2024 merupakan komitmen yang dibangun dari awal bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk turut andil menyehatkan anak-anak Indonesia melalui olahraga sepak bola.
Milk Life Coaching Clinic Timo Scheunemann mengungkapkan, sepak bola putri di Indonesia memiliki potensi yang besar. Kompetisi-kompetisi seperti saat ini yang digelar berpotensi memunculkan gairah dalam sepak bola putri di Indonesia.
”Kita kembalikan lagi gairah sepak bola putri di Indonesia,” ungkap Timo Scheunemann.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
