
Proyek pengerjaan saluran box culvert di kawasan Jalan Bongkaran, Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memetakan puluhan pengerjaan box culvert atau saluran yang berpotensi menimbulkan kemacetan arus lalu lintas (lalin). Pemkot berharap masyarakat menyadari manfaat jangka panjang pembangunan saluran tersebut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pemkot saat ini tengah melakukan pembangunan saluran di beberapa titik. Karena itu, warga atau pengendara diimbau agar dapat mencari jalan alternatif lain untuk menghindari potensi kemacetan.
”Pembangunan saluran sudah konsekuensinya macet dan mengganggu utilitas. Sudah konsekuensi yang harus kita pikirkan. Jadi kami harap warga dapat menyadari dengan melihat manfaat jangka panjang,” kata Syamsul Hariadi, Kamis (2/5).
Syamsul mencontohkan, pembangunan proyek saluran diversi Gunungsari Banyu Urip beberapa waktu lalu. Saat itu, pembangunan saluran untuk penanggulangan banjir tersebut berdampak pada kemacetan arus lalin di area sekitar.
”Itu dulu (ketika pembangunan) juga macet, kalau hujan banjir. Makanya kita bangun box culvert, sekarang sudah tidak banjir, sudah tidak macet,” beber Syamsul Hariadi.
Karena itu, Syamsul berharap masyarakat atau pengendara dapat menyadari manfaat jangka panjang pembangunan saluran. Terlebih, kemacetan dampak dari proses pembangunan itu juga bersifat sementara.
”Jadi pembangunan ini hanya mengganggu (arus lalu lintas) sebentar saja,” tutur Syamsul Hariadi.
Syamsul mengungkapkan, saat ini ada sekitar 54 titik lokasi pembangunan saluran di Kota Surabaya yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Jumlah tersebut terdiri atas 35 proyek di bidang pematusan dan 19 sisanya adalah bidang jalan.
”Sekitar 50an se-Surabaya itu yang potensi menimbulkan kemacetan. Untuk sementara warga dapat mencari jalan alternatif lain,” terang Syamsul Hariadi.
Beberapa lokasi pengerjaan saluran yang berpotensi menimbulkan kemacetan tersebut di antaranya adalah pembangunan saluran di Jalan Keputih Tegal Timur. Kemudian, Jalan HR Muhammad (sisi selatan), di Jalan Kertajaya (sisi selatan), Jalan Raya Manyar Sabrangan (wilayah RW 1 dan 2), dan Jalan Arief Rachman Hakim.
”Nanti yang besar sebentar lagi kita mulai, seperti di Mayjen Sungkono, ini juga potensi macet. Begitu (pengerjaan) HR Muhammad selesai, Mayjen Sungkono kita mulai,” ujar Syamsul Hariadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
