Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2024 | 03.05 WIB

Macet karena Ada Proyek Saluran, Warga Surabaya Diminta Memahami Manfaatnya

Proyek pengerjaan saluran box culvert di kawasan Jalan Bongkaran, Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA) - Image

Proyek pengerjaan saluran box culvert di kawasan Jalan Bongkaran, Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memetakan puluhan pengerjaan box culvert atau saluran yang berpotensi menimbulkan kemacetan arus lalu lintas (lalin). Pemkot berharap masyarakat menyadari manfaat jangka panjang pembangunan saluran tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pemkot saat ini tengah melakukan pembangunan saluran di beberapa titik. Karena itu, warga atau pengendara diimbau agar dapat mencari jalan alternatif lain untuk menghindari potensi kemacetan.

”Pembangunan saluran sudah konsekuensinya macet dan mengganggu utilitas. Sudah konsekuensi yang harus kita pikirkan. Jadi kami harap warga dapat menyadari dengan melihat manfaat jangka panjang,” kata Syamsul Hariadi, Kamis (2/5).

Syamsul mencontohkan, pembangunan proyek saluran diversi Gunungsari Banyu Urip beberapa waktu lalu. Saat itu, pembangunan saluran untuk penanggulangan banjir tersebut berdampak pada kemacetan arus lalin di area sekitar.

”Itu dulu (ketika pembangunan) juga macet, kalau hujan banjir. Makanya kita bangun box culvert, sekarang sudah tidak banjir, sudah tidak macet,” beber Syamsul Hariadi.

Karena itu, Syamsul berharap masyarakat atau pengendara dapat menyadari manfaat jangka panjang pembangunan saluran. Terlebih, kemacetan dampak dari proses pembangunan itu juga bersifat sementara.

”Jadi pembangunan ini hanya mengganggu (arus lalu lintas) sebentar saja,” tutur Syamsul Hariadi.

Syamsul mengungkapkan, saat ini ada sekitar 54 titik lokasi pembangunan saluran di Kota Surabaya yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Jumlah tersebut terdiri atas 35 proyek di bidang pematusan dan 19 sisanya adalah bidang jalan.

”Sekitar 50an se-Surabaya itu yang potensi menimbulkan kemacetan. Untuk sementara warga dapat mencari jalan alternatif lain,” terang Syamsul Hariadi.

Beberapa lokasi pengerjaan saluran yang berpotensi menimbulkan kemacetan tersebut di antaranya adalah pembangunan saluran di Jalan Keputih Tegal Timur. Kemudian, Jalan HR Muhammad (sisi selatan), di Jalan Kertajaya (sisi selatan), Jalan Raya Manyar Sabrangan (wilayah RW 1 dan 2), dan Jalan Arief Rachman Hakim.

”Nanti yang besar sebentar lagi kita mulai, seperti di Mayjen Sungkono, ini juga potensi macet. Begitu (pengerjaan) HR Muhammad selesai, Mayjen Sungkono kita mulai,” ujar Syamsul Hariadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore