Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2024 | 04.46 WIB

Warga Wonorejo Surabaya Ungkap Manfaat Program Madagaskar: Jadi Lebih Tanggap Terhadap Mitigasi Kebakaran

RW 2 Wonorejo Surabaya ditetapkan sebagai 5 besar pilot project nasional Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB). - Image

RW 2 Wonorejo Surabaya ditetapkan sebagai 5 besar pilot project nasional Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

JawaPos.com–Program Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran) terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Itu untuk menekan terjadinya kebakaran di lingkungan rumah tangga. Salah satunya di wilayah RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.

Bahkan, tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya mitigasi bencana, membuat RW 2 Wonorejo Surabaya ditetapkan sebagai 5 besar pilot project nasional Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Ketua RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Muhammad Ilyas Dwi Darmanto mengungkapkan, awalnya program Madagaskar kurang mendapat perhatian dari warga. Namun pada akhirnya, mereka menyadari program itu sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.

”Pengurus RT yang awal-awal mungkin, (Program Madagaskar) itu untuk apa? Tapi setelah diedukasi dinas-dinas terkait, bahwa memang hal ini sangat bermanfaat bagi warga,” kata Ilyas di Balai RW 2 Kelurahan Wonorejo, Rungkut, Selasa (30/4).

Ilyas menyebut edukasi dan pelatihan program Madagaskar yang digalakkan pemkot, tak hanya menyasar orang tua maupun kader PKK. Namun juga menyasar di kalangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga para remaja.

”Insya Allah warga di RW 2 sudah mendapat manfaatnya, baik langsung maupun tidak langsung,” ungkap Ilyas.

Ilyas mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya atas perhatian terhadap keselamatan warga. Selama ini, pemkot tidak pernah bosan memikirkan keselamatan warga terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap tanggap bencana.

Warga RT 6, RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Sri Harini mengakui, Pemkot Surabaya intens memberikan simulasi dan pelatihan tanggap bencana di wilayahnya.

”Jadi semua warga RW 2 itu sudah pernah mengikuti simulasi pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana alam,” kata Sri Harini.

Sri Harini yang juga aktif sebagai Kader PKK itu menilai banyak manfaat yang dapat dirasakan warga dalam program Madagaskar. Seperti di antaranya, warga menjadi lebih tanggap terhadap mitigasi bencana.

”Akhirnya saling mengingatkan. Misal kalau ke luar rumah, jangan lupa dimatikan kompornya, jangan lupa setrika dicabut dan sebagainya. Hal-hal kecil yang seperti itu bagi kami sangat bagus sekali, karena dengan begitu warga menjadi tanggap akan bahaya kebakaran,” imbuh Sri Harini.

Sementara itu, Lurah Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Ari Handini menjelaskan, wilayahnya menjadi salah satu pilot project GKSTTB tingkat nasional. Selama ini banyak kegiatan yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana.

”Adapun kegiatan itu mulai dari simulasi, sosialisasi hingga pelatihan terhadap mitigasi bencana, baik kebakaran maupun bencana lain seperti gempa bumi,” kata Ari Handini.

Ari menyebut, di setiap RT/RW di wilayahnya, kini telah dilengkapi dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Itu sebagai langkah awal untuk mencegah api membesar di tiga menit pertama saat terjadi peristiwa kebakaran.

”Di wilayah kita juga dilengkapi tanda-tanda titik kumpul, jalur evakuasi di masing-masing RW, serta ada juga bantuan CSR berupa kotak P3K untuk mendukung sarana dan prasarana,” terang Ari Handini.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore