
RW 2 Wonorejo Surabaya ditetapkan sebagai 5 besar pilot project nasional Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
JawaPos.com–Program Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran) terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Itu untuk menekan terjadinya kebakaran di lingkungan rumah tangga. Salah satunya di wilayah RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.
Bahkan, tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya mitigasi bencana, membuat RW 2 Wonorejo Surabaya ditetapkan sebagai 5 besar pilot project nasional Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Ketua RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Muhammad Ilyas Dwi Darmanto mengungkapkan, awalnya program Madagaskar kurang mendapat perhatian dari warga. Namun pada akhirnya, mereka menyadari program itu sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.
”Pengurus RT yang awal-awal mungkin, (Program Madagaskar) itu untuk apa? Tapi setelah diedukasi dinas-dinas terkait, bahwa memang hal ini sangat bermanfaat bagi warga,” kata Ilyas di Balai RW 2 Kelurahan Wonorejo, Rungkut, Selasa (30/4).
Ilyas menyebut edukasi dan pelatihan program Madagaskar yang digalakkan pemkot, tak hanya menyasar orang tua maupun kader PKK. Namun juga menyasar di kalangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga para remaja.
”Insya Allah warga di RW 2 sudah mendapat manfaatnya, baik langsung maupun tidak langsung,” ungkap Ilyas.
Ilyas mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya atas perhatian terhadap keselamatan warga. Selama ini, pemkot tidak pernah bosan memikirkan keselamatan warga terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap tanggap bencana.
Warga RT 6, RW 2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Sri Harini mengakui, Pemkot Surabaya intens memberikan simulasi dan pelatihan tanggap bencana di wilayahnya.
”Jadi semua warga RW 2 itu sudah pernah mengikuti simulasi pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana alam,” kata Sri Harini.
Sri Harini yang juga aktif sebagai Kader PKK itu menilai banyak manfaat yang dapat dirasakan warga dalam program Madagaskar. Seperti di antaranya, warga menjadi lebih tanggap terhadap mitigasi bencana.
”Akhirnya saling mengingatkan. Misal kalau ke luar rumah, jangan lupa dimatikan kompornya, jangan lupa setrika dicabut dan sebagainya. Hal-hal kecil yang seperti itu bagi kami sangat bagus sekali, karena dengan begitu warga menjadi tanggap akan bahaya kebakaran,” imbuh Sri Harini.
Sementara itu, Lurah Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Ari Handini menjelaskan, wilayahnya menjadi salah satu pilot project GKSTTB tingkat nasional. Selama ini banyak kegiatan yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana.
”Adapun kegiatan itu mulai dari simulasi, sosialisasi hingga pelatihan terhadap mitigasi bencana, baik kebakaran maupun bencana lain seperti gempa bumi,” kata Ari Handini.
Ari menyebut, di setiap RT/RW di wilayahnya, kini telah dilengkapi dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Itu sebagai langkah awal untuk mencegah api membesar di tiga menit pertama saat terjadi peristiwa kebakaran.
”Di wilayah kita juga dilengkapi tanda-tanda titik kumpul, jalur evakuasi di masing-masing RW, serta ada juga bantuan CSR berupa kotak P3K untuk mendukung sarana dan prasarana,” terang Ari Handini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
