Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 05.58 WIB

Hujan Deras, Kalaksa BPBD Jatim Langsung Cek Aliran Sungai di Lokasi Banjir

Kalaksa BPBD Jatim melakukan sidak aliran sungai di lokasi kejadian banjir di Kota Surabaya, Jumat (5/4). - Image

Kalaksa BPBD Jatim melakukan sidak aliran sungai di lokasi kejadian banjir di Kota Surabaya, Jumat (5/4).

JawaPos.com–Hujan deras yang mengguyur wilayah Surabaya dan Sidoarjo, dua malam ini, direspons cepat Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. Kalaksa melakukan sidak aliran sungai di lokasi kejadian banjir, Jumat (5/4).

Seusai senam pagi, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto didampingi pejabat di lingkungan BPBD Jatim langsung berkeliling, berjalan kaki di sekitar Desa Waru dan Pepelegi. Itu untuk melihat kondisi sungai, parit, dan aliran air, di wilayah tersebut.

Sebab berdasar laporan kejadian, di beberapa titik di wilayah itu sempat terjadi genangan hingga meluap ke rumah warga. Dari pantauan yang dilakukan, didapati volume air meningkat di Sungai Pepelegi. Sedang di wilayah Waru, kondisinya stabil dan nyaris tidak ada peningkatan yang signifikan.

Penurunan debit air di jalan desa dan beberapa titik permukiman juga berlangsung cukup cepat dan lancar. Hanya beberapa tumpukan sampah masih terlihat di beberapa sudut sungai. Namun volumenya tidak mengganggu arus air ke hilir.

”Dari laporan BMKG, saat ini memang masih musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Dalam beberapa hari ke depan, memang masih ada potensi cuaca ekstrem dengan hujan cukup deras,” terang Gatot Soebroto.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.

Khusus bagi pemudik Lebaran tahun ini, dia juga meminta agar mewaspadai jalur-jalur yang berpotensi banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Misalnya, di daerah Blega (Bangkalan), sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Keraton (Pasuruan), Mojo (Mojokerto), dan beberapa wilayah di Kabupaten Malang.

Selain itu, juga beberapa daerah yang berpotensi angin kencang dan tanah longsor. Seperti di Caruban (Madiun), Ngetos (Nganjuk), Payung (Kota Batu), Pujon (Malang), Pronojiwo (Lumajang), dan jalur Ponorogo-Pacitan.

”Kami juga sudah koordinasi dengan OPD terkait, seperti, dinas PU Bina Marga dan PU SDA untuk siaga dengan alat beratnya. Jadi, jika terjadi longsor, mereka bisa dengan cepat mengerahkan alat beratnya,” tutur Gatot Soebroto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore