Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 19.38 WIB

Jasa Penukaran Uang Baru Makin Marak di Kota Surabaya, Berikut Rincian Harga Tiap Pecahannya

Sejumlah penyedia jasa penukaran uang rupiah baru, menawarkan barang mereka di sekitaran Kantor BI di sepanjang Jalan Bubutan hingga Pahlawan, Surabaya, Minggu (31/3). (ANDY S) - Image

Sejumlah penyedia jasa penukaran uang rupiah baru, menawarkan barang mereka di sekitaran Kantor BI di sepanjang Jalan Bubutan hingga Pahlawan, Surabaya, Minggu (31/3). (ANDY S)

JawaPos.com – Jelang hari raya Idul Fitri, jasa penukaran uang baru semakin ramai di Kota Surabaya.

Mereka menjanjakan uang baru mulai dari pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Berdasarkan pengakuan para pemilik jasa penukaran uang baru, mereka menyebut tahun 2024 ini masih terbilang sepi ketimbang tahun lalu.

Diketahui, jasa penukaran uang baru itu berlokasi di sekitar kawasan Jalan Pahlawan Surabaya.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), Senin (1/4), para pemilik jasa sudah menjajakan pecahan-pecahan uang baru sejak pagi dan penukaran berlangsung hingga sore hari, bahkan sampai malam hari.

Saiful, salah satu pelaku jasa penukaran uang baru, mengaku saat ini uang baru sedikit susah untuk didapatkan. Bahkan, menurutnya, harganya cenderung lebih mahal jika dibandingkan tahun lalu.

Dia menyebut, untuk uang pecahan Rp 20 ribu dapatnya 5 persen atau Rp 150 untuk uang pecahan Rp 15 ribu 15 persen atau Rp 125 ribu. Sementara itu, pecahan Rp 2 ribu 10 persen Rp 105 ribu.

"Masih sepi sekarang. Kalau tahun lalu hari hari seperti ini sudah ramai. Karena sekarang harganya mahal dan barangnya susah dicari," kata Saiful, pada Minggu (31/3) kemarin.

Meski demikian, setiap hari Saiful menyebut ada saja pembeli sebagai pelaris saja. Selain itu, alasan lain pembeli sepi dikarenakan banyak masyarakat yang menukarkan uang secara langsung di bank.

"Sekarang banyak masyarakat yang tukar lewat penukaran (bank, Red). Sekarang saya dapat Rp 200 ribu ya disyukuri. Kalau tahun lalu sehari bisa Rp 1 juta," terangnya.

Kurang dari seminggu menuju Lebaran, menurutnya penukaran uang ini bisa saja akan lebih ramai. Namun terkadang pelaku jasa penukaran uang baru juga menaikan harganya.

"Biasanya kurang seminggu malah dinaikkan, karena barangnya sulit dan permainan banyak. Mudah-mudahan mendekati lebaran bisa ramai kembali," harapnya.

Pelaku jasa penukaran uang baru lainnya, Nurul Hasanah mengaku di tahun ini, harga yang paling mahal adalah untuk pecahan uang Rp 5 ribu harganya Rp 115 ribu.

Bahkan, barangnya sampai kosong sehingga harga mengalami kenaikan. "Ya karena pertama dari Rp 110 ribu sekarang Rp 115 ribu per 100 lembar. Rp 5 ribu yang mahal, barangnya kosong juga," tuturnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore