
ILUSTRASI: Dugaan tindak plagiarisme oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman naik ke permukaan usai seorang Guru Besar Unnes Salatri Wilonoyudho, Minggu (3/6) lalu pada akun Facebook-nya memposting sebuah tulisan menyinggung tindakan plagiat yang haram dilakukan
JawaPos.com–Safrina Putri Indira, salah seorang mahasiswi perguruan tinggi di Surabaya diduga lakukan plagiarisme tugas dari kampus. Kasus konten kreator TikTok itu, viral di media sosial.
Dia kedapatan telah menyalin tugas milik salah satu teman satu kampusnya. Korban plagiarisme itu sempat mengunggah tweet di akun pribadi yang mengatakan bahwa Safrina dan kelompoknya telah menyalin hasil tugas salah satu mata kuliah.
Safrina kemudian menghubungi Putri dan menjelaskan alasan terkait dia dan kelompoknya copy paste tugas tersebut.
Beberapa waktu kemudian, korban mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf atas kegaduhan terkait kasus plagiarisme itu melalui akun pribadi. Di sisi lain, Safrina juga mengunggah video permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.
Baik Safrina maupun korban sepakat kasus itu selesai dan tidak berlanjut ke jalur hukum.
Sementara itu, pihak kampus juga telah mengeluarkan sikap resmi melalui unggahan Instagram, yang berisi enam poin. Intinya tidak mentolerir kecurangan dalam bentuk apapun. Termasuk plagiarisme dan mahasiswa yang telah terbukti melakukan plagiat tersebut telah diberikan sanksi.
Namun banyak netizen yang menyayangkan ketidakjelasan dan mengambangnya sikap kampus tersebut.
”Poinnya kurang jelas ini. Mengambang. Apa sanksinya?” tulis akun @doni2rahma.
Komentar lain memberikan respons yang cukup menyentil sikap kampus yang seakan-akan tidak tegas dan tidak berpihak kepada korban.
”Nama pelaku tidak disebutkan secara spesifik. Korban bukannya dilindungi malah disuruh ikut klarifikasi,” ujar akun @awanbulann.
”Sanksi yang diberikan tidak disebutkan secara spesifik. Emang beneran dikasih sanksi atau cuma hitam di atas putih biar netizen adem ayem? Nggak ada jaminan korban aman di kampus ini. Untuk mahasiswa lain jangan sampai jadi korban karena tidak ada jaminan keamanan. Birokrat terindikasi membela pelaku,” tambah akun @awanbulann.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
