
Salah satu wahana di Romokalisari Adventure Land Kota Surabaya. (Antara/via Radar Surabaya)
JawaPos.com – Untuk memberikan kemudahan serta efisiensi bagi masyarakat dari segi fasilitas, Pemkot Surabaya bakal mewujudkan konsep compact city di kawasan Surabaya Barat.
Konsep compact city tersebut diadopsi dari program Wali Kota Eri Cahyadi, yaitu Surabaya sebagai kota yang Humanis, Efektif dan Efisien, Berakhlak, Akuntabel, serta Transparan (Hebat).
“Konsep kita adalah compact city, yakni memberikan kemudahan bagi warga ketika membutuhkan apa pun. Mulai dari sembako, makanan, kuliner, fasilitas olahraga, taman, dan sebagainya itu mendekatkan, tanpa bertransportasi,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjat pada Selasa (12/3), seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.
Menurutnya, keberhasilan compact city terukur pada efisiensi. Karena itu, Pemkot harus memastikan jarak dan biaya yang dikeluarkan masyarakat itu minim.
misalnya saat ada warga yang ingin menikmati fasilitas ruang terbuka hijau (RTH), seperti taman maupun fasilitas kesehatan puskesmas tak perlu ke jauh ke pusat kota.
“Jadi, rumah sakit dekat, seperti halnya RSUD Surabaya Timur. Puskesmas diratakan fasilitasnya. Sekolah SD-SMP juga diratakan. Fasilitas olahraga diratakan, seperti lapangan tenis, futsal, dan lain sebagainya,” katanya.
Pemkot Surabaya akan mewujudkan kawasan barat menjadi compact city yang dimulai pada Agustus nanti.
Kelak, dalam satu wilayah akan memiliki beragam fasilitas untuk warga, mulai dari fasilitas layanan publik hingga sarana hiburan rakyat.
“Seperti halnya sarana wisata di Romokalisari Adventure Land, Kebun Raya Mangrove, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove. Tempat-tempat wisata tersebut sengaja diwujudkan bukan sekadar untuk menarik wisatawan, tetapi juga sebagai tempat berputarnya perekonomian warga,” jelasnya.
Pemkot Surabaya sudah memetakan target kawasan yang bakal disulap menjadi compact city, di antaranya kawasan Jeruk, Bangkingan, Sumur Welut, Made, hingga Tengger Kandangan.
Irvan menggambarkan bahwa tiap wilayah memiliki konsep compact city yang berbeda. Agar tidak terjadi persaingan, Pemkot akan membuat tematik.
“Sehingga, dapat memberikan efek berantai bagi sosial ekonomi warga di wilayah Surabaya Barat, ke depannya dapat berkembang seiring dengan wilayah-wilayah lain di Surabaya,” katanya.
Pemkot Surabaya bakal memanfaatkan lahan maupun aset pemkot di setiap kecamatan. Selain itu, juga akan memanfaatkan aset prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang telah diserahkan oleh pengembang.
“Seperti pada Romo Kalisari Adventure Land, kebun raya mangrove, Tahura Pakal, itu ternyata mampu menggerakkan ekonomi, dan omzetnya mereka juga tinggi. Baik dari segi wisatanya, pengelolaannya, tempat parkirnya, pengelolaan wahananya, mereka memperoleh pekerjaan,” pungkasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
