
Khofifah saat melakukan Video Blog (Vlog) di acara petik laut masyarakat nelayan nelayan Kaduara Timur, Pragaan, Pamekasan, Senin, (5/3).
JawaPos.com- Ruang pesisir dan laut, sejatinya memiliki potensi luar biasa. Namun, sejauh ini masih belum dioptimalkan. Terutama untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Kalangan praktisi kelautan menyebut, setidaknya Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun potensi dari pesisir dan laut itu menguap.
Nah, untuk mengupas tuntas pemanfaatan ruang pesisir dan laut tersebut, PWI Jatim mengundang Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono. Dia akan menjadi keynote speaker seminar nasional menandai kick-off peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023.
’’Seminar digelar Kamis (16/2) di Hotel Platinum, Jalan Tunjungan, Surabaya. Selain Pak Menteri, Bu Khofifah Indar Parawansa (gubernur Jawa Timur) juga akan memberikan pengarahan sekaligus membuka seminar penting ini,’’ kata Oki Lukito, panitia seminar PWI Jatim, Rabu (15/2).
Adapun narasumber antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim Isa Anshori, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi, dan Pakar Kelautan ITS Daniel Rosyid.
’’PWI ingin turut berkontribusi melalui pemikiran bagaimana dengan berbagai regulasi yang ada, ruang pesisir dan laut itu membawa berkah dan manfaat. Khususnya, peningkatan PAD secara signifikan,’’ ungkapnya.
Dari hasil diskusi, lanjut dia, beberapa pakar kelautan memperkirakan Rp 5-10 triliun per tahun dari ruang pesisir dan laut selama ini menguap begitu saja. Belum termanfaatkan dengan baik. ‘’Di sinilah esensi dari seminar ini. Semoga bisa membuka daerah untuk berinovasi,’’ ujar Oki.
Alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) nasional, lanjut dia, juga mempunyai potensi untuk dikembangkan bagi perekonomian daerah-daerah setempat. Salah satunya adalah kehadiran pelabuhan atau terminal khusus maupun terminal untuk kepentingan sendiri yang dibangun swasta.
Selain seminar, dalam kesempatan itu PWI juga akan menyerahkan PWI Maritime Award kepada Menteri Kelautan dan Perikanan dan Gubernur Jatim. Keduanya dinilai memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap sektor kelautan, perikanan, dan konservasi. ’’Termasuk memberikan bantuan kepada para pembudi daya ikan, nelayan, UMKM, pengolah ikan tradisional, dan membangun kawasan konservasi pesisir,” tambah Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.
Panitia seminar juga menginisiasi Deklarasi Laut Bersih. Deklarasi itu diikuti oleh para pemangku kepentingan di pesisir dan laut. Selain itu, juga ada pencanangan penamaan (toponimi) tiga spot terumbu karang.
“Kami berharap agenda yang diinisiasi oleh PWI Jatim seksi Kemaritiman ini juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman wartawan tentang pesisir dan laut. Terutama di wilayah Provinsi Jawa Timur,” kata Ketua HPN 2023 Jatim M. Sokip.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
