Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Januari 2023 | 18.48 WIB

20 Daerah di Jatim Mengalami Pertumbuhan Penduduk Minus

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Migrasi penduduk di Jatim belum merata. Indikatornya adalah njomplang-nya angka penduduk masuk antardaerah. Kawasan perkotaan atau industri masih jadi favorit para urban.

Hal itu terungkap dari hasil long-form sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada 2020. Tercatat, Sidoarjo menyumbang angka tertinggi migrasi masuk se-Jatim, mencapai 33,49 persen. ’’Artinya, lebih dari sepertiga penduduk Sidoarjo saat ini bukan lahir di sini,’’ ucap Fungsional Statistik Ahli Madya BPS Jatim Sunaryo di kantornya, Senin.

Sementara itu, urutan kedua angka migrasi masuk disumbang Kota Surabaya sebanyak 30,04 persen. Lalu, diikuti Kota Madiun sebesar 29,57 persen.

Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, tercatat ada 10 wilayah yang memiliki angka migrasi masuk di atas 20 persen. Sementara itu, 28 kabupaten/kota lain di bawah angka 16 persen.

Dalam kesempatan itu, BPS Jatim juga membeberkan efek dari perpindahan antarpenduduk kabupaten/kota. Berdasar hasil migrasi neto (selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar), ada 10 daerah yang memenuhi grafik positif. Artinya, migrasi antarkabupaten/kota itu menyumbang pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut.

Sementara itu, 20 kabupaten kota tercatat minus. Migrasi menyumbang berkurangnya jumlah penduduk. Migrasi neto negatif tertinggi terjadi di Kabupaten Pacitan. Angkanya minus 23,26 persen.

Daerah lain yang juga mengalami hal serupa adalah Kabupaten Madiun yang minus 22,34 persen. Lalu diikuti Ngawi, Ponorogo, Bangkalan, dan Blitar. ’’Inilah yang perlu menjadi pekerjaan rumah bagi Jatim ke depan,’’ ucapnya.

Menurut dia, kemajuan daerah perlu didorong agar perpindahan penduduk, terutama dari perdesaan ke perkotaan, bisa ditekan. ”Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat perlu dimaksimalkan guna memajukan ekonomi daerah,” katanya.

Sunaryo menyebutkan, secara statistik, sebenarnya terjadi penurunan angka migrasi antara pelaksanaan sensus 2020 dan sensus 2010. Namun, jika dibandingkan dengan sensus empat dekade sebelumnya, migrasi pada sensus 2020 tercatat mengalami kenaikan.

DAERAH DENGAN MIGRASI MASUK TERTINGGI DI JATIM

Sidoarjo | 33,49 persen

Kota Surabaya | 30,04 persen

Kota Madiun | 29,57 persen

Kota Mojokerto | 29.21 persen

Kota Malang | 24,37 persen

Sumber: BPS Jatim

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore