
Photo
JawaPos.com- Pemandangan menarik dan tak biasa tampak di pertigaan Tulangan, Sidoarjo, saat malam pergantian tahun (31/1). Ratusan bahkan ribuan orang syukuran makan bersama sepanjang jalan. Selain merayakan pergantian tahun, mereka syukuran atas terbangunnya jalan beton Tulangan hingga Prambon sepanjang 5,4 kilometer.
Di tengah-tengah mereka, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan sejumlah kepala dinas turut makan bersama beralas daun pisang. Campur baur bersama warga. Bahkan, Gus Muhdlor--sapaan bupati--sampai menggunakan aplikasi Zoom meeting untuk menyapa warga lain yang juga syukuran, tapi terpisah jarak 2 hingga 3 kilometer di ujung jalan.
Makan bersama seperti itu dikenal juga dengan mayoran. Tradisi yang biasa dilakukan di kalangan santri saat menimba ilmu di pondok pesantren. Makan bareng dalam satu wadah besar. Bisa berupa pelepah daun pisang, daun jati atau nampan (baki).
Namun, mayoran tersebut tentu tidak setiap hari. Pada momentum besar dan tertentu saja. Misalnya, saat tasyakuran kelulusan ujian, mau liburan panjang, dan sejenisnya. Mayoran itu tidak memandang menu. Mau lauk ikan apa saja. Ikan asin plus kerupuk sekalipun. Penekanannya guyub dan kebersamaan. Tentu saja tak pakai sendok alias muluk. Pakai tangan.
Sebelum makan bersama, malam itu Muhdlor mengawali dengan istighotsah. Muhdlor memastikan akses antardesa dan kecamatan tidak terganggu lagi dengan jalan rusak. Dia ingin jalan yang sudah terbangun itu semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak usaha rakyat yang tumbuh.
’’Pada 2023 ini, perbaikan dan betonisasi masih kami genjot. Banyak titiknya juga panjang,’’ katanya.
Fokusnya, antara lain, titik yang selama ini rusak, butuh dilebarkan, dan jadi akses utama warga. Contohnya, Jalan Sukolegok, Kecamatan Sukodono. ’’Itu dari Sukolegok, Sukodono, sampai Taman dibeton semuanya agar sudah tidak ada rusak-rusak lagi di sana,’’ jelasnya.
Yang juga digarap adalah jalan yang menjadi akses, terutama untuk perekonomian. Misalnya, Jalan Mlirip Rowo, Tarik. Jalan di ujung barat Sidoarjo itu juga akan dibeton. Selama ini jalan tersebut sering diakses kendaraan berat.
Lalu, jalan pendamping untuk memecah kemacetan di jalan besar. Misalnya, jalan dari depan pabrik gula Tulangan hingga Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi. ’’Itu di pinggir sungai, nanti diperlebar juga,’’ tuturnya. Jalan itu bisa menjadi pemecah lalu lintas warga dari Tulangan ke Sidoarjo ataupun sebaliknya.
Selama ini kepadatan arus lalu lintas tampak di Jalan Tulangan hingga Pilang atau Tulangan lewat Jalan Raya Kenongo hingga Tanggulangin. Jika diperlebar dan diperbagus, jalan di Tulangan hingga Durung Bedug menjadi alternatif pemecah kemacetan. ’’Jadi, betonisasi belum selesai. Pada 2023 masih banyak yang akan kami garap,’’ tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
