Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2023 | 00.08 WIB

Syukuri Pergantian Tahun, Gus Muhdlor dan Ribuan Warga Gelar Mayoran

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pemandangan menarik dan tak biasa tampak di pertigaan Tulangan, Sidoarjo, saat malam pergantian tahun (31/1). Ratusan bahkan ribuan orang syukuran makan bersama sepanjang jalan. Selain merayakan pergantian tahun, mereka syukuran atas terbangunnya jalan beton Tulangan hingga Prambon sepanjang 5,4 kilometer.

Di tengah-tengah mereka, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan sejumlah kepala dinas turut makan bersama beralas daun pisang. Campur baur bersama warga. Bahkan, Gus Muhdlor--sapaan bupati--sampai menggunakan aplikasi Zoom meeting untuk menyapa warga lain yang juga syukuran, tapi terpisah jarak 2 hingga 3 kilometer di ujung jalan.

Makan bersama seperti itu dikenal juga dengan mayoran. Tradisi yang biasa dilakukan di kalangan santri saat menimba ilmu di pondok pesantren. Makan bareng dalam satu wadah besar. Bisa berupa pelepah daun pisang, daun jati atau nampan (baki).

Namun, mayoran tersebut tentu tidak setiap hari. Pada momentum besar dan tertentu saja. Misalnya, saat tasyakuran kelulusan ujian, mau liburan panjang, dan sejenisnya. Mayoran itu tidak memandang menu. Mau lauk ikan apa saja. Ikan asin plus kerupuk sekalipun. Penekanannya guyub dan kebersamaan. Tentu saja tak pakai sendok alias muluk. Pakai tangan.

Sebelum makan bersama, malam itu Muhdlor mengawali dengan istighotsah. Muhdlor memastikan akses antardesa dan kecamatan tidak terganggu lagi dengan jalan rusak. Dia ingin jalan yang sudah terbangun itu semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak usaha rakyat yang tumbuh.

’’Pada 2023 ini, perbaikan dan betonisasi masih kami genjot. Banyak titiknya juga panjang,’’ katanya.

Fokusnya, antara lain, titik yang selama ini rusak, butuh dilebarkan, dan jadi akses utama warga. Contohnya, Jalan Sukolegok, Kecamatan Sukodono. ’’Itu dari Sukolegok, Sukodono, sampai Taman dibeton semuanya agar sudah tidak ada rusak-rusak lagi di sana,’’ jelasnya.

Yang juga digarap adalah jalan yang menjadi akses, terutama untuk perekonomian. Misalnya, Jalan Mlirip Rowo, Tarik. Jalan di ujung barat Sidoarjo itu juga akan dibeton. Selama ini jalan tersebut sering diakses kendaraan berat.

Lalu, jalan pendamping untuk memecah kemacetan di jalan besar. Misalnya, jalan dari depan pabrik gula Tulangan hingga Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi. ’’Itu di pinggir sungai, nanti diperlebar juga,’’ tuturnya. Jalan itu bisa menjadi pemecah lalu lintas warga dari Tulangan ke Sidoarjo ataupun sebaliknya.

Selama ini kepadatan arus lalu lintas tampak di Jalan Tulangan hingga Pilang atau Tulangan lewat Jalan Raya Kenongo hingga Tanggulangin. Jika diperlebar dan diperbagus, jalan di Tulangan hingga Durung Bedug menjadi alternatif pemecah kemacetan. ’’Jadi, betonisasi belum selesai. Pada 2023 masih banyak yang akan kami garap,’’ tandasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore