
Photo
JawaPos.com- Daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Sidoarjo pada Pileg 2024, bakal berubah. KPU Sidoarjo sudah membuat tiga skema. Sejak 6 Desember, perubahan itu sudah melewati tahapan masukan dan tanggapan masyarakat. Nah, hari ini (12/12) bakal memasuki uji publik.
Ketua KPU Sidoarjo M. Iskak mengatakan, pada Pileg 2024 nanti tidak ada penambahan dapil. Tetapi, ada perubahan wilayah di dalam dapil. Sebab, daro hasil evaluasi, ada tiga kecamatan dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) cukup besar. Yakni, Kecamatan Waru, Taman, dan Sidoarjo. Karena itu, dilakukan opsi perubahan.
Iskak menyebutkan, dalam pemecahan dapil tersebut harus memenuhi kriteria tujuh prinsip. Yakni, kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, coterminous atau berdampingan, kohesivitas, dan kesinambungan. Dari prinsip itulah muncul tiga skema dapil pada Pileg 2024.
Dari tiga rancangan dapil itu, lanjut dia, saat ini sudah memasuki uji publik. Tujuannya, mendapat masukan atau umpan balik. Selanjutnya, hasil uji publik akan disampaikan ke KPU RI dan ditetapkan paling lambat 9 Februari 2023.
”Kami hanya menetapkan rancangan dapil untuk dilakukan uji publik. Yang menetapkan dapil dan alokasi kursinya adalah KPU RI,” ungkap Iskak seperti dilansir dari Jawa Pos Radar Sidoarjo (11/12).
Dalam skema yang sudah disusun KPU Sidoarjo, jumlah dapil di Sidoarjo tetap enam atau sama dengan Pileg 2019 lalu. Namun, wilayah kecamatan di masing-masing dapil berbeda. Di Dapil Sidoarjo 1, misalnya. Pada skema pertama, meliputi wilayah Kecamatan Sidoarjo, Buduran, dan Sedati, dengan alokasi 10 kursi.
Adapun skema kedua, hanya dua kecamatan masng-masing Kecamatan Sidoarjo dan Candi dengan alokasi 9 kursi. Demikian juga skema ketiga, meliputi Kecamatan Sidoarjo dan Buduran dengan alokasi 8 kursi.
Lebih lanjut Iskak menjelaskan, pada setiap skema, alokasi kursinya berbeda-beda. Hanya, totalnya tetap sebanyak 50 kursi. ”Perbedaannya disesuaikan dengan jumlah DPT. Semakin banyak DPT, maka semakin tinggi pula jumlah alokasi kursinya,” paparnya.
Iskak pun berharap, saat uji publik semua stakeholder yang diundang KPU untuk datang. Lalu, mereka memberikan masukan atau umpan balik terhadap skema dapil pada Pileg 2024. Terutama dari kalangan partai politik.
Untuk diketahui, Pada Pileg 2019 lalu, dapil Sidoarjo 1 terdiri atas Kecamatan Sidoarjo, Buduran, dan Sedati (10 kursi); Dapil Sidoarjo 2, Kecamtan Candi, Tanggulangin, Porong, dan Jabon (8 kursi); Dapil Sidoarjo 3, Kecamatan Krembung, Prambon, Tulangan, dan Wonoayu (8 kursi).

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
