
Ilustrasi pelayanan di Bus Suroboyo. Diskominfo Surabaya
JawaPos.com–Kota Surabaya mendapatkan bantuan 34 unit bus listrik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara bertahap mulai pertengahan Desember. Bus listrik tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung layanan transportasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 16-17 November.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, pengoperasian bus listrik dilakukan melalui mekanisme kontrak kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dengan pihak operator dalam hal ini Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI). Jadi itu semua yang berkontrak adalah Dirjen Perhubungan Darat dengan operator dalam hal ini DAMRI
”Memang direncanakan Surabaya dapat sekitar 34 unit, tapi bertahap. Mungkin tahun ini perkembangan terakhir (dikirim) 25 unit dulu, karena tahun ini beroperasinya kurang lebih sekitar 1-2 minggu. Setelah itu kan kontraknya di tahun berikutnya,” kata Tundjung seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, pemkot telah mengajukan dua rute untuk operasional bus listrik di Surabaya. Kedua rute itu yang pertama mulai dari Terminal Purabaya hingga menuju Kenjeran Park.
”Itu melalui Jalan Jemursari, SIER, Rungkut, perempatan Gunung Anyar, MERR (Middle East Ring Road) sampai Kenjeran,” terang Tundjung.
Sedangkan untuk rute kedua, kata dia, dimulai dari Jalan Benowo hingga menuju ke Jalan Tunjungan. Menurut Tundjung, pemilihan rute mulai dari kawasan Benowo berkaitan Piala Dunia U-20 2023 sehingga dapat dihubungkan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
”Karena kaitannya nanti kalau ada piala dunia, dia (bus listrik) bisa dikoneksikan ke GBT. Rute ini sedikit berubah dari awal. Awal kami mengusulkan dua rute, yaitu Surabaya-Perak dan rute kedua dari Purabaya ke arah MERR,” papar Tundjung.
Meski begitu, dia memastikan, pemkot siap mendukung penuh operasional bus listrik di Kota Surabaya. Terkait teknis operasional, akan dikoordinasikan dengan pihak operator secara bertahap.
”Jadi perkembangan terakhir semua bisa dilakukan, tinggal nanti kami koordinasi seperti apa. Karena terkait seperti apa juga pengoperasian dan bus stop,” ujar Tundjung.
Namun demikian, pihaknya juga berharap kepada pihak operator atau pengelola bus listrik agar dalam operasional dapat melibatkan para sopir di Kota Surabaya. ”Kami sarankan juga agar bisa mewadahi sopir-sopir Surabaya,” kata Tundjung.
Tundjung menambahkan, pada pertengahan Desember sebanyak 25 bus listrik akan dikirim ke Surabaya. Sedangkan sisanya akan dikirim secara bertahap pada 2023. Sebelum operasional bus listrik diterapkan di Surabaya, pihaknya akan melakukan sosialisasi.
”Nanti kalau sudah mendekati kita akan sosialisasi dan soft launching dulu, ini masih kita finalisasi. Harapannya ke depan perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum ini bisa lebih baik,” ucap Tundjung.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
