Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 20.40 WIB

Atasi Banjir di Surabaya Barat, Pemkot Bakal Prioritaskan Langkah Penanggulangan Ini di Tahun 2024

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau kawasan rawan banjir di Surabaya Barat (FOTO: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau kawasan rawan banjir di Surabaya Barat (FOTO: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com – Merespon persoalan banjir yang masih jadi masalah serius di Kota Surabaya, Pemkot terus berjuang untuk sesegera mungkin mengatasi hal tersebut.

Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), tahun ini pemkot akan memfokuskan langkah penanggulangan dengan melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur di wilayah barat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menyebut anggaran akan dimaksimalkan untuk pembangunan drainase di Surabaya barat.

Sebab, menurutnya selama ini pemkot belum menyentuh secara maksimal wilayah tersebut. Ia pun berjanji, pihaknya akan berusaha keras untuk mengatasi banjir yang sudah terjadi belasan tahun di Kecamatan Pakal dan Benowo itu.

"Kami mohon maaf kepada warga Surabaya Barat karena masih mengalami banjir. Kami sedang bekerja keras mengatasi. Karena memang dari dulu pembangunan terfokus ke wilayah timur-selatan. Surabaya Barat ini dari sisi jumlah rumah pompa juga kurang, dan saluran juga kurang maksimal," ujarnya, Senin (19/2).

Syamsul mengaku, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan pihaknya untuk mengebut juga penanganan yang sifatnya sementara. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi genangan yang ada saat ini.

“Untuk saat ini pembangunan dilaksanakan di wilayah darurat terlebih dahulu. Bersamaan dengan penanganan sementara menggunakan karung-karung pasir. Karena ketahanan karung pasir tidak sampai satu tahun sudah jebol lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsul memaparkan, ketinggian banjir di ketiga wilayah tersebut bervariasi, rerata ada di angka 50-70 centimeter.

Banjir tersebut di wilayah Pakal tersebut masih belum juga surut hingga hari Minggu (18/2) dini hari.

Menurutnya penyebab banjir di masing-masing lokasi itu bervariasi. "Banjir di wilayah Tengger ini kiriman dari wilayah di atasnya, yaitu Citraland. Hujan selesai sekitar 30 menit sampai satu jam baru banjirnya datang. Instruksi Pak Wali kemarin, tanggulnya ditinggikan sambil berkoordinasi dengan pihak Citraland,” katanya.

Selain membangun tanggul, Syamsul menyebut, pihaknya juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya.

"Kalau tanggulnya sudah selesai kita tinggikan juga jalannya 30-50 sentimeter. Jadi, mulai Jembatan Tengger itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter," jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya pembangunan tanggul dan peninggian Jalan Tengger Raya itu direncanakan akan menggunakan skema swakelola.

Sementara itu, saat ini pihaknya telah memulai pekerjaan pengurukan sandbag sebagai penahan air. Menurutnya, pengerukan ini dinilai krusial.

"Yang penting kita uruk dulu, kemudian dipadatkan. Kita targetkan semua satu bulan selesai (pembangunan tanggul) sama peninggian jalan," tuturnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore