
Bunga Citra Lestari. Dok JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar event akbar bertajuk Spontanz Festival in Collaboration with Batik Surabaya pada 18 November. Dalam acara itu, pemkot akan memamerkan sekaligus memperagakan batik karya desainer usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan, batik tersebut akan dipamerkan, dipasarkan, dan diperkenalkan, sekaligus diperagakan di Mal Tunjungan Plaza 3. Batik yang dipamerkan di acara itu diperagakan artis ternama ibu kota.
”Nanti ada musisi Bunga Citra Lestari, Kunto Aji, dan ada juga Kahitna. Acara ini masyarakat akan tahu, seperti apa ciri khas batik Surabaya, tak lupa nanti para artis yang datang, seperti Kahitna, itu akan mengenakan udeng khas Surabaya,” kata Yos, Senin (14/11).
Yos melanjutkan, acara itu digelar seperti pada saat pameran batik di Tunjungan Fashion Week pada Juli. Yakni mengenalkan batik khas Surabaya secara luas. Namun, pada acara tersebut bukan hanya sekadar mengenalkan, akan tetapi sekaligus memasarkan produk batik khas UMKM Surabaya.
Cara itu, lanjut Yos, ampuh dijadikan sarana promosi. Karena pada saat acara di Tunjungan Romansa, kala itu banyak yang penasaran dengan karya batik UMKM Surabaya. ”Kemarin di Tunjungan Romansa kita kenalkan kepada kepala darah, bahkan waktu itu banyak artis yang respect dengan batik kami. Maka dari itu, kini kami coba sasar ke pasar yang lebih luas dan secara nasional dengan acara ini,” jelas Yos.
Yos menerangkan, saat ini, sudah ada 6 motif batik khas Surabaya yang dipatenkan. Di antaranya motif Sparkling, Abhi Boyo, Gembili Wonokromo, Kembang Bungur, Kintir-kintiran, dan Remo Suroboyoan. Motif batik itu dipilih setelah Pemkot Surabaya menggelar lomba desain batik Surabaya.
Promotor Spontanz Festival in Collaboration with Batik Surabaya Yashafi Yan Arsala menyebutkan, gambaran acara yang akan digelar pada 18 November itu digelar seperti konser musik dengan nuansa batik.
”Jadi mulai dari artis, panitia, MC, visualisasi, semua serba batik. Event ini, kami menunjukkan konsistensi kami men-support batik khas Surabaya,” sebut Yashafi.
Dalam acara itu, pemkot juga akan memamerkan 6 karya motif batik yang telah dipatenkan itu. Bukan sekadar dipamerkan, bintang tamu asal ibu kota yang hadir juga memakai 6 motif batik tersebut.
”Untuk enam motif yang telah dipatenkan itu kami pamerkan di stand khusus,” kata Yashafi Yan Arsala.
Salah satu perajin batik Kota Surabaya Dewi Saraswati bersyukur karya batiknya telah dipatenkan. Batik tema Sparkling Surabaya miliknya telah memiliki hak paten setelah diikutkan lomba desain batik Surabaya. ”Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya telah mematenkan karya desain batik kami. Semoga batik Surabaya semakin berkibar dan semakin maju,” ucap Dewi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
