Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2022 | 17.18 WIB

Taman Ikonik Aloha Bakal Dilengkapi Patung Ir Juanda Setinggi 7 Meter

Photo - Image

Photo

JawaPos.com= Proyek pembangunan Taman Aloha, Juanda, Sidoarjo, tengah berlangsung. Pengurukan kolam kini sudah tuntas. Sebagai pelengkap, Pemkab Sidoarjo akan menambah patung Ir Juanda setinggi 7 meter di sana.

Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Edi Sutiono menyampaikan, pihaknya sudah tuntas melelang pembangunan patung Ir Juanda di Taman Aloha. Patung tersebut dilelang tersendiri pada akhir tahun ini karena masuk perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022.

Nilai proyek pembangunan patung itu mencapai Rp 876 juta. Surat perintah kerja sudah diberikan. Artinya, minggu ini pembangunan dimulai. ”Karena anggaran susulan dalam PAK, dilelang tersendiri,” katanya.

Edi mengungkapkan, patung tersebut nanti diletakkan di sisi utara monumen pesawat di Taman Aloha. ”Pintu Taman Aloha nanti berada di sebelah utara sehingga saat masuk taman atau pengguna jalan yang mau masuk Jalan Raya Juanda bisa langsung melihat,” terangnya.

Dia menjelaskan, patung itu terbuat dari batu yang diukir mirip Ir Juanda. Beratnya sekitar 5 ton. Bahan pembuatan patung bukan dari cor semen sehingga lebih kuat. ”Kalau dari besi yang disemen, kurang awet seperti patung udang dan bandeng di Taman Pinang Indah yang rusak,” jelasnya.

Dengan tambahan patung tersebut, Taman Aloha semakin lengkap. Pembangunan Taman Aloha kini dikebut. Pengurukan sebagian kolam di sana sudah tuntas. Saat ini pekerja membuat tribun depan monumen pesawat. Mulai fondasi untuk bangunan toilet hingga pos jaga.

”Progres pembuatan miniatur kepulauan Indonesia sampai hari ini sudah mencapai 30 persen dan dikerjakan atau dirangkai di luar lokasi taman,” paparnya. Setelah itu, tinggal dilakukan pemasangan di taman tersebut.

Pemolesan kawasan Aloha tidak berhenti pada tahun ini saja. Ke depan, pemkab merencanakan penataan Jalan Raya Juanda dengan penambahan berbagai taman. Sebab, kawasan itu menjadi pintu masuk Sidoarjo, terutama bagi pengguna transportasi pesawat terbang.

Untuk diketahui, mengutip data dari Perpusnas, Ir Juanda adalah pahlawan yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 14 Januari 1911. Dia merupakan Perdana Menteri Indonesia ke-11 sekaligus yang terakhir. Juanda menjabat dari 9 April 1957 hingga 10 Juli 1959.

Setelah itu, Juanda menjabat sebagai menteri keuangan dalam Kabinet Kerja I.

Sumbangan terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda pada 1957, yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Juanda meninggal dunia pada 7 November 1963. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya karena jasanya dalam memperjuangkan pembangunan lapangan terbang tersebut.

Bandara Udara Internasional Juanda sendiri dibangun sejak 1959. Lalu, diresmikan Presiden Soekarno pada 12 Agustus 1964. Awalnya, disebut sebagai Pangkalan Udara TNI-AL atau Lanudal Juanda. Dalam perkembanganya bandara yang berlokasi di wilayah Kecamatan Sedati, Sidoarjo, itu dikelola PT Angkasa Pura.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore