
Thomas Raditya di Kelas Podcast. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Sebagai satu-satunya platform konten audio streaming lokal, Noice menggandeng kreator lokal dari berbagai kota. Sabtu (29/10), Noice menghadirkan Kelas Podcast di Surabaya setelah Bandung dan Makassar.
Kelas Podcast merupakan ruang edukasi gratis bagi para konten kreator pemula yang ingin belajar lebih mendalam untuk berkarya di industri konten audio, khususnya podcast.
Berdasar catatan Thomas Raditya, VP of Content, Noice, Surabaya termasuk dalam lima kota dengan pendengar podcast terbanyak di Indonesia. Saat ini, tercatat lebih dari satu juta pendengar Noice berasal dari Surabaya dengan rentang usia 18-34 tahun yang merupakan kalangan gen Z dan milenial.
Noice juga merangkul konten kreator lokal daerah untuk menghadirkan konten hyperlocal yang membahas topik relevan dari tiap kota tersebut dan dibawakan dengan dialek lokal. Beberapa podcast di Noice yang jadi favorit para pendengar di Surabaya di antaranya Musuh Masyarakat, Trio Kurnia, Lambemu, Hiduplah Indonesia Maya, Berizik, dan Cerita Kampung Halaman.
”Dari pengalaman kami mengunjungi beberapa kota di Indonesia, kami melihat banyak kreator pemula yang sangat potensial dan ingin berkarya lewat konten audio,” papar Thomas Raditya saat diwawancarai Minggu (30/10).
Menurut dia, masih banyak calon podcaster yang bingung atau masih ragu-ragu untuk memulai membuat konten. Untuk itu, Kelas Podcast Noice hadir di Surabaya memberikan dukungan dalam bentuk edukasi bagi anak muda yang ingin berkarya di industri konten audio.
”Seperti memproduksi podcast ataupun menjadi VO (voice over) talent untuk vertikal audiobook & audioseries di Noice,” terang Thomas Raditya.
Berbekal pengetahuan setelah mengikuti Kelas Podcast, dia berharap para kreator di Surabaya bisa makin percaya diri menampilkan karya. ”Caranya dengan mengunggah langsung podcast mereka via RSS dan memasukkan link di platform Noicemaker Studio agar konten mereka bisa langsung dinikmati di Noice,” ujar Thomas Raditya.
Kelas Podcast yang digagas Noice merupakan bagian dari Noicemaker Academy, rangkaian program terintegrasi untuk memberikan edukasi seputar podcast dan konten audio kepada para konten kreator lokal di berbagai daerah. Yakni untuk mendukung mereka berkembang dan meraih sukses sebagai kreator konten audio.
Rangkaian program itu dimulai dari Kelas Podcast di berbagai kota besar di tanah air dan akan ditutup dengan kompetisi podcast bagi para konten kreator. Konten terbaik berkesempatan untuk menjalin kontrak eksklusif dengan Noice dan mendapat berbagai dukungan lain.
Kelas Podcast Noice di Surabaya mengangkat tema seputar cara membuat podcast ala Noice yang akan diisi Yusril Fahriza (podcaster Noice), Thomas Raditya (VP of Content) Noice, dan Fajrin Sahaf (Noice Creator Program Lead).
Yusril Fahriza, podcaster Noice banyak bercerita tentang seluk beluk dunia podcast, cara memproduksi konten yang kreatif, hingga cara monetisasi konten. ”Berkarya di medium audio seperti podcast terbilang jauh lebih sederhana dan tidak rumit. Ini berbeda dengan visual yang cenderung lebih memperhatikan penampilan fisik serta membutuhkan peralatan yang lebih banyak,” ungkap Yusril Fahriza.
Alasan itu membuatnya tertarik dengan podcast. Selama berkarya dan berkarir di Noice, dia mendapat dukungan penuh.
”Mulai dari sisi produksi dan promosi, edukasi, hingga langkah monetisasi,” terang Yusril Fahriza.
Paranoice, sebutan bagi para pendengar Noice, juga sangat antusias dengan konten lokal. ”Apalagi dengan dialek dan topik khas yang relate dengan keseharian mereka,” tutur Yusril Fahriza.
Program Kelas Podcast Noice di Surabaya kemarin (29/10), diadakan di Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Universitas itu menyediakan pembelajaran dengan tiga jalur sukses yaitu Start-Up Business, Family Business, dan Professional Career, sebagai salah satu pilihan untuk mempersiapkan diri terjun di dunia kerja.
Salah satu podcast lokal Surabaya yang hadir di Noice adalah Lambemu yang dibawakan Dono Pradana dan Firza Valaza. Duo kreator asal Surabaya itu membawakan podcast dalam bahasa Jawa. Namun Lambemu saat mampu bersaing dengan konten original atau IP besar lain di Noice.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
