Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Oktober 2022 | 03.38 WIB

Ngeblong di Jalur Macet Gresik, Sopir Truk dan Bus Nyaris Berantem

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Jalur utama Gresik-Lamongan dalam beberapa bulan ke depan dipastikan sangat padat. Tepatnya, di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Maklum, ada lanjutan pengecoran atau betonisasi jalan. Mulai depan Koramil 0817/13 Duduksampeyan hingga Samirplapan. Dengan panjang sekitar 2 kilometer.

Karena ada proyek dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tersebut, di titik pengecoran itu diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow. Jalur pun jadi menyempit. Imbasnya, dalam beberapa hari terakhir terjadi kemacetan panjang. Baik dari arah Gresik maupun Lamongan.

Nah, jika pengguna jalan mau tertib, arus kendaraan masih tetap bergerak, walaupun pelan. Namun, kondisi akan macet kalau pengendara sudah saling serobot. Berupaya saling mendahului. Termasuk menorobos dari bahu jalan. Sebab, jalur contraflow di akses itu hanya cukup untuk dua mobil.

Yang terjadi, aksi saling serobot tersebut masih kerap ditemui. Bahkan, termasuk kendaraan besar. Terutama bus penumpang. Padahal, polisi lalu lintas sudah kerap menilang tindakan bus ngeblong atau nekat melanggar jalur itu. Membahayakan keselamatan. Toh, aksi bandel itu kerap berulang.

Kejadian bus ngeblong itu juga terjadi, Kamis (27/10) pagi. Dari sebuah rekaman video yang viral, tampak bus Dalimas jurusan Bojonegoro-Surabaya nekat melawan arus di jalur contraflow Duduksampeyan tersebut. Padahal, kondisi sedang macet panjang.

Melihat tindakan itu, sejumlah sopir truk pun melakukan penghadangan. Para sopir pun sama-sama turun. Terjadi ceckcok. Bahkan, nyaris gegeran. Saling bentak dan beradu argumen. Setelah adu mulut, pertengkaran itupun dilerai pengguna jalan lain. Akhirnya, bus Dalimas itu dipaksa untuk berjalan mundur yang sebelumnya melawan arus.

Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa tidak menampik kejadian tersebut. Dia mengungkapkan, tidak lama setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi TKP.

’’Karena bus nekat ngeblong. Padahal, kondisi lalu lintas sedang macet hingga memancing kemarahan para sopir truk dari arah berlawanan. Tapi tidak sampai bentrok fisik,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kasatlantas AKP Agung Fitriansyah menyatakan, pengecoran Jalan Raya Duduksampeyan memang berimbas terjadi kepadatan. Satu lajur jalan ditutup karena aktivitas pengecoran tersebut.

Petugas pun menerapkan contraflow. Selain itu, melakukan imbauan untuk melewati jalur alternatif agar tidak terjadi kepadatan. Dikatakan, persenel dari Satlantas Polres Gresik terus mengatur lalu lintas agar pengendara dari arah Gresik menuju Lamongan dan sebaliknya lancar.

Namun, tentu perlu dukungan semua pihak. Terutama para pengendara untuk tetap disiplin mematuhi peraturan lalu lintas. Tidak saling mendahului. Kendaraan yang nekat menerobos akan membuat kondisi arus lalu lintas terdampak.

’’Dengan penempatan personel di titik-titik yang rawan kepadatan, kemudian memberlakukan buka tutup jalan jika terjadi antrean panjang dari arah Lamongan ke arah Gresik atau sebaliknya,’’ jelasnya.

Dia mengimbau agar pengguna kendaraan roda enam ke atas dari arah Surabaya ke Lamongan untuk menggunakan jalur utara atau Jalan Daendels. Demikian juga sebaliknya.

Adapun untuk mobil pribadi masih memungkinkan untuk bisa melalui jalur utama atau melewati Jalan Raya Duduksampeyan. ‘’Kami mohon tetap bersabar dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas,’’ pintanya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore