Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Oktober 2022 | 03.30 WIB

Cegah Terjerat Pinjol, Pemkot Surabaya Bakal Sediakan Modal Usaha

Ilustrasi pinjaman online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pinjaman online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Beberapa kejadian bunuh diri di Surabaya dilatarbelakangi terlilit pinjaman online. Hal itu mendapat perhatian Pemkot Surabaya. Akses permodalan usaha ke BPR pun dibuka agar warga bisa mendapatkan modal untuk memulai usaha.

Memperoleh pinjaman dengan cara instan melalui pinjaman online sering kali membuat korban tidak sadar akan bahayanya. Apalagi setelah mereka tidak mampu memenuhi pembayaran dengan tenggat waktu dan bunga yang besar.

Pada akhirnya, mereka akan memilih pinjam lagi untuk menutupi tunggakan lainnya. Sayangnya, beberapa korban pinjol itu memilih mengakhiri hidupnya karena teror yang disebar penagih. Beberapa peristiwa bunuh diri terjadi di Surabaya atas dasar masalah itu.

”Saya juga pernah mendapat WA dari warga soal itu. Dia kerja ke luar negeri karena terlilit utang pinjol. Awak dewe yo bingung ya opo jawabe,’’ ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menanggapi hal tersebut, Eri meminta warga untuk menjauhi pinjol. Sebagai solusinya, dia ingin masyarakat lebih berdaya lewat usaha. Wali kota menyatakan, pemkot bakal memfasilitasi warga yang ingin meningkatkan kesejahteraannya.

”Kalau butuh uang, ya usaha. Jangan sampai berurusan ke pinjol. Pinjam ke BPR, mereka menyediakan modal Rp 2 juta untuk usaha. Itu bisa dicicil setahun,’’ katanya.

Menurut dia, mengubah mental orang-orang seperti itu memang tidak mudah. Namun, hal tersebut harus dilakukan agar tidak ketergantungan pada pinjol. Sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat sudah lama dilakukan oleh camat, lurah, hingga tokoh masyarakat, tapi tidak bisa hanya mengandalkan satu dua orang.

”Makanya, ayo saya ajak warga Surabaya berusaha. Ojok nggak berusaha, tapi ngenteni duit gede. Yo gak mungkin teko langit lugur duit,’’ ungkapnya.

Untuk mendapat akses modal itu, warga bisa melapor ke kelurahan. Nanti kelurahan yang membantu warga. Pendampingan bakal dilakukan agar usaha yang dibangun bisa tumbuh dan menambah penghasilan.

Dia mengatakan, kesempatan tersebut harus diambil masyarakat. Apalagi tahun depan Pemkot Surabaya mengalokasikan Rp 3 triliun APBD Surabaya untuk diserap UMKM.

”Ayolah warga Surabaya mulai mengubah paradigma. Kalau butuh modal usaha, ngomong ke lurah atau camat. Jangan sampai pinjam ke pinjol,’’ paparnya.

PINJAMAN MODAL UNTUK CEGAH BUNUH DIRI

- Januari hingga Oktober 2022, tercatat ada 11 kasus bunuh diri di Surabaya. Mayoritas disebabkan terlilit utang pinjol.

- Syarat yang mudah, yaitu cukup dengan KTP, membuat banyak orang memilih pinjol untuk mencari dana instan.

- Godaan nominal yang besar dan bunga kecil terkadang tidak sesuai dengan kesepakatan.

- Iming-iming tambahan pinjaman saat sudah lunas sering kali menggoda orang untuk menambah lagi pinjamannya.

- Camat dan lurah diminta lebih terbuka dengan masalah warga, termasuk membina mereka untuk mandiri dan menambah penghasilan.

- Selain modal, pemkot menyediakan pelatihan kerja dan padat karya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore