Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Oktober 2022 | 14.15 WIB

Box Culvert Dipasang, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Berkurang

Pemasangan box culvert. Pemkot Surabaya for JawaPos - Image

Pemasangan box culvert. Pemkot Surabaya for JawaPos

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya mengklaim pemasangan box culvert di 55 titik membuat banjir berkurang. Hal itu disampaikan pasca tak ada banjir di beberapa kawasan rawan.

Box culvert yang telah terpasang mampu menampung debit air yang biasa menimbulkan banjir. Salah satunya, kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel Kota Surabaya.

”Alhamdulilah, laporan dari LPMK dan warga di kawasan Jalan Babatan 1, dengan pengerjaan saluran sudah tidak banjir. Sebab, dulu selama 12 tahun kalau hujan banjir. Warga di kawasan Jalan Gadel tadi juga melaporkan hal yang sama,” ungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali kota mengatakan, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pengerjaan saluran secara bersamaan meski hujan mengguyur Kota Pahlawan. Target penyelesaian pengerjaan saluran pada November.

”Tidak (mundur), pekerjaan ini akan tetap kita lakukan. Target kita November selesai, tapi hujannya sudah maju (turun). Tapi memang beberapa tempat sudah terpasang box culvert, hanya (penyelesiaan) yang atas belum,” papar Eri.

Dia mencontohkan, di kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel Kota Surabaya telah terpasang box culvert. Dengan demikian, derasnya debit air bisa tertahan dan tidak menimbulkan banjir yang biasa menggenangi permukiman warga sekitar.

”Pada waktu hujan itu alirannya (debit air) deras, tapi tidak sampai masuk rumah. Karena itu, saya minta kepada lurah, camat, RT/RW, LPMK, di Surabaya untuk melakukan pemantauan di wilayah masing-masing, jika terjadi banjir bisa segera melaporkan,” ujar Eri.

Melalui laporan tersebut, wali kota bisa mengetahui proses pengerjaan saluran di setiap 55 titik di Kota Surabaya. Untuk mempercepat pengerjaan saluran, pihaknya melakukan penambahan pekerja dan alat. Serta, pengerjaan saluran yang dilakukan bersamaan, juga dikebut dan dilakukan pada siang dan malam hari.

”Rata-rata pengerjaannya malam, kalau musim hujan seperti ini berarti tidak bisa dikerjakan malam, harus siang. Masyarakat bertanya, kenapa harus dikerjakan siang? (Menimbulkan) macet. Nah, pilih macet atau banjir? Kalau tidak dikerjakan nanti banjir, macet saat siang ini kan hanya beberapa waktu dan tidak selamanya,” terang Eri.

Dengan pengerjaan saluran tersebut, Eri menyatakan, sampai saat ini, belum menerima laporan banjir di Kota Surabaya. ”Alhamdulillah tidak ada. Contoh di kawasan Jalan Babatan, pada waktu hujan aliran air deras di perkampungan, tapi tidak masuk rumah. Setelah itu (dipasang) sudah selesai (tidak banjir),” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore