
Pemasangan box culvert. Pemkot Surabaya for JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya mengklaim pemasangan box culvert di 55 titik membuat banjir berkurang. Hal itu disampaikan pasca tak ada banjir di beberapa kawasan rawan.
Box culvert yang telah terpasang mampu menampung debit air yang biasa menimbulkan banjir. Salah satunya, kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel Kota Surabaya.
”Alhamdulilah, laporan dari LPMK dan warga di kawasan Jalan Babatan 1, dengan pengerjaan saluran sudah tidak banjir. Sebab, dulu selama 12 tahun kalau hujan banjir. Warga di kawasan Jalan Gadel tadi juga melaporkan hal yang sama,” ungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali kota mengatakan, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pengerjaan saluran secara bersamaan meski hujan mengguyur Kota Pahlawan. Target penyelesaian pengerjaan saluran pada November.
”Tidak (mundur), pekerjaan ini akan tetap kita lakukan. Target kita November selesai, tapi hujannya sudah maju (turun). Tapi memang beberapa tempat sudah terpasang box culvert, hanya (penyelesiaan) yang atas belum,” papar Eri.
Dia mencontohkan, di kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel Kota Surabaya telah terpasang box culvert. Dengan demikian, derasnya debit air bisa tertahan dan tidak menimbulkan banjir yang biasa menggenangi permukiman warga sekitar.
”Pada waktu hujan itu alirannya (debit air) deras, tapi tidak sampai masuk rumah. Karena itu, saya minta kepada lurah, camat, RT/RW, LPMK, di Surabaya untuk melakukan pemantauan di wilayah masing-masing, jika terjadi banjir bisa segera melaporkan,” ujar Eri.
Melalui laporan tersebut, wali kota bisa mengetahui proses pengerjaan saluran di setiap 55 titik di Kota Surabaya. Untuk mempercepat pengerjaan saluran, pihaknya melakukan penambahan pekerja dan alat. Serta, pengerjaan saluran yang dilakukan bersamaan, juga dikebut dan dilakukan pada siang dan malam hari.
”Rata-rata pengerjaannya malam, kalau musim hujan seperti ini berarti tidak bisa dikerjakan malam, harus siang. Masyarakat bertanya, kenapa harus dikerjakan siang? (Menimbulkan) macet. Nah, pilih macet atau banjir? Kalau tidak dikerjakan nanti banjir, macet saat siang ini kan hanya beberapa waktu dan tidak selamanya,” terang Eri.
Dengan pengerjaan saluran tersebut, Eri menyatakan, sampai saat ini, belum menerima laporan banjir di Kota Surabaya. ”Alhamdulillah tidak ada. Contoh di kawasan Jalan Babatan, pada waktu hujan aliran air deras di perkampungan, tapi tidak masuk rumah. Setelah itu (dipasang) sudah selesai (tidak banjir),” ucap Eri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
