Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 September 2022 | 22.03 WIB

Nyalakan Lilin Bersama Cegah Bunuh Diri

AJAKAN CEGAH: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyanyikan sebuah lagu saat kampanye pencegahan bunuh diri di halaman Fakultas Kedokteran Unair, Surabaya, Sabtu (10/9) malam. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

AJAKAN CEGAH: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyanyikan sebuah lagu saat kampanye pencegahan bunuh diri di halaman Fakultas Kedokteran Unair, Surabaya, Sabtu (10/9) malam. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Dalam satu tahun, ada satu juta orang yang meninggal karena bunuh diri di dunia. Rata-rata kasus bunuh diri terjadi pada usia 19–39 tahun (remaja muda). Bahkan, bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.

Oleh sebab itu, Departemen Psikiatri RSUD dr Soetomo/ Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) bersama International Association for Suicide Prevention (IASP) terus mengampanyekan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan bunuh diri.

Tepat pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia kemarin, ratusan mahasiswa dan dosen FK Unair serta masyarakat menyalakan lilin bersama sebagai simbol harapan bagi mereka yang sedang berjuang di halaman FK Unair. Selain itu, mereka juga membagikan leaflet berisi tentang fakta dan cara mencegah bunuh diri.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, penting sekali membangun kesadaran di masyarakat bahwa memang ada mental health. Sebab, saat ini banyak sekali yang suka menghakimi orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa.

”Bahkan, keluarga sebagai orang terdekat saja sering kali sulit menyadari pertama kali apa yang terjadi. Jadi, di situlah teman terdekat bisa menjadi pertolongan pertama,” katanya setelah kegiatan.

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Nalini Muhdi SpKJ (K) mengatakan, kecenderungan kasus bunuh diri memang meningkat. Namun, di Indonesia belum ada angka pasti. Sebab, selama ini prevalensi angka kasus bunuh diri diperoleh dari kepolisian, bukan rumah sakit.

”Dari kepolisian biasanya yang sudah diekspos media massa atau yang meninggal,” ujarnya.

Nalini menambahkan, angka kasus bunuh diri di dunia mencapai satu juta orang per tahun. Jumlah tersebut sangat tinggi dan menjadi penyebab kematian pertama di dunia. Sebelumnya, penyebab kematian pertama di dunia adalah traffic accident.

”Sekarang sejak pandemi, bunuh diri menyalip menjadi pertama untuk tingkat kematian dewasa muda (19–39 tahun). Itu sangat memprihatinkan,” kata dokter spesialis kedokteran jiwa Departemen Psikiatri RSUD dr Soetomo/FK Unair itu.

Pada dasarnya, masyarakat sering kali tidak aware bahwa mereka sedang mencari bantuan. Sebab, masyarakat belum disosialisasikan untuk peduli dan menemani mereka yang sedang mencari bantuan. Sebaliknya, yang terjadi malah menghakimi.

”Sehingga mereka tidak berani ngomong jika ada pikiran-pikiran tertentu,” ujarnya.

Karena itu, IASP dan Departemen Psikiatri RSUD dr Soetomo/FK Unair –mulai stakeholder, masyarakat, hingga mahasiswa– bersama-sama melakukan aksi pencegahan bunuh diri. Salah satu yang dilakukan adalah menyalakan lilin bersama dengan harapan masyarakat bisa saling merangkul harapan. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore