Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 17.04 WIB

Penerapan Parkir Non Tunai Dimulai Hari Ini, Sebagian Warga Surabaya Belum Siap karena Terkendala Platform Pembayaran

 
 

Transaksi parkir non tunai di tepi jalan umum Surabaya menggunakan QRIS.

 
JawaPos.com - Masa uji coba transformasi parkir tepi jalan umum (TJU) konvensional ke digital saat ini sudah berakhir.
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa uji coba pembayaran menggunakan QRIS sudah dilakukan oleh dinas perhubungan (dishub) Surabaya, di sejumlah titik parkir TJU.
 
Namun, ternyata hasilnya belum optimal. Sebagian warga belum siap dengan metode baru tersebut, karena mereka terkendala platform pembayaran.
 
"Banyak yang enggak punya m-banking maupun alat pembayaran QRIS lainnya," ujar Cak Eri, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group) pada Kamis (1/2).
 
Meskipun hasilnya kurang optimal, kebijakan tersebut akan terus berjalan, semua titik parkir TJU akan serba digital. Cak Eri berharap masyarakat bisa segera beradaptasi dengan perubahan skema yang diberikan pemkot.
 
"Ternyata tidak semuanya membayar pakai QRIS karena warga Surabaya juga tidak siap untuk QRIS. Karena itulah, nanti kita lihat besok (hari ini, Red) seperti apa," ungkapnya.
 
Cak Eri juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
 
Selain itu, Pemkot juga sudah menyiapkan langkah antisipasi bagi warga yang belum siap membayar dengan QRIS, yakni menggunakan voucher maupun berlangganan.
 
"Berarti nanti kebijakan kita, ada kartu berlangganan, ada voucer, setelah itu ada pilihan bayar lain. Untuk menuju ke sana (bayar parkir via QRIS), tidak bisa langsung, karena setelah kita coba, warganya tidak siap, tidak semua warga punya m-banking," bebernya.
 
Cak Eri juga memastikan bahwa kebijakan parkir menggunakan QRIS ini mulai berjalan hari ini, tepatnya di 1.370 titik parkir TJU se-Surabaya. Dia juga meminta seluruh jajaran untuk membantu progres tiap hari di lapangan.
 
"Tanggal 1 Februari 2024 tetap jalan, sambil kita lihat semuanya, nanti kita lihat tiga hari ke depan. Saya bilang kemarin ke teman-teman dishub saat uji coba, kalau tidak ada QRIS jangan bayar, sehingga kita akan tahu berapa titik yang hilang kalau tidak pakai karcis," papar Eri.
 
Selain itu, Cak Eri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pemkot sudah bertemu dengan perwakilan paguyuban juru parkir (jukir).
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menjalankan kebijakan pembayaran parkir melalui QRIS.
 
 
"Karena saya tidak ingin jukir dibilang liar. Bagaimanapun beliau ini adalah saudara-saudara saya, wong Suroboyo. Masyarakat juga begitu, saya bilang kepada jukir, ya harus mendapatkan yang terbaik, jangan tidak dikasih karcis tapi diminta Rp 5-10 ribu," tegasnya.
 
Cek Eri juga mengatakan bahwa kebijakan terkait pembayaran parkir menggunakan QRIS tersebut kedepannya akan tetap dilakukan evaluasi.
 
Evakuasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dari pihak pengguna jasa parkir maupun jukir. Di mana Pemkot akan menyiapkan lagi voucher dan parkir berlangganan.
 
"Di situlah nanti kita lakukan evaluasi-evaluasi agar tidak saling menyalahkan. Kalau ternyata tidak sanggup, ya nanti ada pilihan. Dia mau pakai uang tunai ya monggo, pakai QRIS ya monggo. Tapi nanti kita juga siapkan lagi voucer dan parkir berlangganan," urainya.
 
Cak Eri juga menyampaikan bahwa aturan pembayaran parkir TJU di 1.370 titik tersebut akan melunak. Di mana warga tidak perlu khawatir karena Pemkot akan memberikan kemudahan untuk pengguna jasa parkir.
 
"Karena kita baru tahu ternyata tidak semua orang Surabaya punya QRIS. Makanya, kita siapkan lagi metode lain, untuk menuju ke arah pembayaran QRIS," tuturnya.
 
Dia juga menjelaskan bahwa perwakilan paguyuban sudah sepakat untuk menerapkan pembayaran parkir melalui QRIS karena dia tidak ingin jukir memiliki pandangan negatif kepada pengguna jasa parkir, begitupun sebaliknya.
 
"Alhamdulillah, mereka bisa menerima. Saya mengatakan kepada mereka, ayo cari rezeki yang jujur, Surabaya digawe adem. Saya tidak ingin jukir memiliki pikiran negatif kepada pengguna parkir dan masyarakat juga jangan berpikiran negatif kepada jukir," kata Cak Eri.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore