Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 September 2022 | 04.27 WIB

Rektor Unair Dukung Sistem Baru Penerimaan Mahasiswa

Rektor Unair Mohammad Nasih. Dok JawaPos - Image

Rektor Unair Mohammad Nasih. Dok JawaPos

JawaPos.com–Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengumumkan akan mengubah sistem terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dalam paparannya saat peluncuran Merdeka Belajar secara daring pada Rabu (7/9), pemerintah akan menghapus tes mata pelajaran atau tes kemampuan akademik (TKA).

Langkah itu dilakukan, karena materi TKA dalam SBMPTN membebani peserta didik maupun guru. Ujian dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran yang secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran. Banyak siswa yang harus melakukan bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih menuturkan, hal tersebut perlu diperinci dan ditinjau ulang, terutama mengenai lintas jurusan. Peminatan sejak SMA tetap perlu dipertimbangkan agar peserta didik dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

”Meskipun tesnya adalah tes skolastik semata, tetapi di semua hal termasuk kemungkinan akan ada persyaratan tertentu di prodi-prodi tertentu itu,” ujar Nasih.

Menurut dia, linearitas antara SMA dan perguruan tinggi tetap harus dipertimbangkan. Pasalnya, pada jenjang universitas, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki dasar yang cukup mumpuni untuk mengikuti mata kuliah yang diajarkan.

”Walaupun ini tidak bisa menjadi syarat program studi. Kita bisa meminta portofolio untuk program studi-program studi di Unair. Sehingga pendaftar, setidaknya harus menyerahkan rapor mata pelajaran yang relevan dengan program studi,” jelas Nasih.

Nasih menambahkan, sebagai penghargaan bagi para siswa yang telah menempuh pelajaran selama tiga tahun di SMA, apa yang didapatkan sebelumnya tidak akan berakhir sia-sia. Ketika Merdeka Belajar diartikan sebagai kebebasan yang terlalu liberal, hal tersebut merupakan pemborosan.

”Kami selalu memberikan warning bagi masyarakat bahwa setiap program studi itu memerlukan bekal khusus agar bisa lancar dalam menempuh studi. Kami tidak segan-segan memberikan evaluasi pada satu tahun pertama,” terang Nasih.

Menurut dia, pendaftaran jalur mandiri Unair akan dijamin transparansi dan kejujurannya. Dia menyampaikan akan memberikan imbalan bagi mereka yang mampu melaporkan dengan disertai bukti apabila terdapat kasus suap-menyuap dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore