Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 September 2022 | 04.44 WIB

Dalam Sebulan, Pemkot Surabaya Target Renovasi 200 Rumah

Perubahan rumah sebelum dan sesudah mengikuti program dandan omah. Pemkot Surabaya for JawaPos - Image

Perubahan rumah sebelum dan sesudah mengikuti program dandan omah. Pemkot Surabaya for JawaPos

JawaPos.com–Program Dandan Omah atau Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan 800 unit rumah dengan prioritas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang tersebar di 154 kelurahan. Sebab, lewat program tersebut, pemkot turut melibatkan warga sekitar, seperti yang dilakukan di Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya.

Camat Tandes Kota Surabaya Ahmad Yardo Wifaqo menjelaskan, program Dandan Omah di Kelurahan Karangpoh menyasar 10 unit rumah dengan 5 unit yang telah selesai. Bahkan, para pekerja bangunan (tukang) yang dilibatkan adalah warga MBR sekitar.

”Kalau warga ekonomi tidak mampu dan harus memikirkan rumah yang tidak layak, ini menjadi beban. Maka inilah yang menjadi intervensi Pemkot Surabaya, Alhamdulillah sudah sangat terbantu karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yardo, Selasa (6/9).

Dia berharap, para penerima manfaat bisa mulai melakukan aktivitas lain untuk meningkatkan taraf hidup. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, LPMK, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) bergotong-royong untuk saling memberikan informasi tentang keadaan masyarakat sekitarnya.

”Tidurnya enak dan keluarga bisa tertampung. Kemudian tugas kita dan semua elemen masyarakat bisa membantu meningkatkan taraf hidup dengan membantu tetangga terdekat,” ujar Yardo.

Sementara itu, Ketua LMPK Kelurahan Karangpoh Kota Surabaya Dwi Siswanto mengatakan, program yang digeber Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah terselesaikan 5 unit rumah dari 10 unit yang diusulkan. Penerima manfaat tersebut merupakan warga yang masuk dalam kategori MBR.

”Pak Wali Kota menginginkan adanya pergerakan ekonomi dan melibatkan masyarakat. Mulai tukang dan pembantu tukangnya adalah MBR yang dibayar. Bahkan, ada yang rumahnya dibangun dan dia menjadi tukang, begitu pula dengan bahan material yang dibeli dari toko material setempat,” kata Dwi.

Menurut dia, melalui program Dandan Omah, dinilai telah memberikan berbagai manfaat bagi warga. Rumah tersebut bisa layak huni untuk masyarakat yang membutuhkan, sekaligus bisa melibatkan masyarakat sekitar.

”Penghuni senang, kami senang, Pemkot Surabaya juga senang, karena program ini sangat bermanfaat bagi warga,” ujar Dwi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore