Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 21.50 WIB

Belum Semua Warga Surabaya Siap Bayar Parkir Pakai QRIS

NONTUNAI: Warga men-scan barcode untuk membayar parkir di Jalan Jimerto (9/1/). Dishub akan menggelar uji coba penerapan parkir cashless di lima jalan. - Image

NONTUNAI: Warga men-scan barcode untuk membayar parkir di Jalan Jimerto (9/1/). Dishub akan menggelar uji coba penerapan parkir cashless di lima jalan.

JawaPos.com–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah melakukan uji coba pembayaran QRIS di sejumlah titik parkir tepi jalan umum (TJU). Dari hasil uji coba ternyata tidak semua masyarakat atau pengguna jasa parkir bisa membayar melalui QRIS.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, hasil uji coba tidak semua masyarakat atau pengguna jasa parkir bisa membayar melalui QRIS. Sebab, banyak di antara mereka yang tidak memiliki M-Banking atau alat pembayaran QRIS.

”Ketika kita sudah melakukan di beberapa titik, ternyata tidak semuanya membayar pakai QRIS, karena warga Surabaya juga tidak siap untuk QRIS. Karena itulah nanti kita lihat besok seperti apa,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (31/1).

Wali Kota Eri menyebut, akan melakukan evaluasi penerapan pembayaran parkir melalui QRIS. Artinya, pembayaran parkir tidak hanya bisa dilakukan via QRIS, tapi juga dimungkinkan melalui voucher atau berlangganan.

”Berarti nanti kebijakan kita, ada kartu berlangganan, ada voucher, setelah itu ada pilihan bayar lain. Jadi kan untuk menuju ke sana (bayar parkir via QRIS), tidak bisa langsung, karena setelah kita coba, warganya tidak siap, tidak semua warga punya M-Banking,” ujar Eri.

Namun demikian, Wali Kota Eri kembali memastikan pada Februari, pihaknya akan tetap menerapkan kebijakan parkir via QRIS di 1.370 parkir TJU se-Surabaya. Kebijakan tersebut, akan dilakukan evaluasi di lapangan.

”1 Februari tetap jalan, sambil kita lihat semuanya, nanti kita lihat tiga hari ke depan. Karena kan saya bilang kemarin ke teman-teman Dishub saat uji coba, kalau tidak ada QRIS jangan bayar, sehingga kita akan tahu berapa titik yang hilang kalau tidak pakai karcis,” papar Eri.

Selain itu, Wali Kota Eri mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan perwakilan paguyuban juru parkir (jukir). Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk menjalankan kebijakan pembayaran parkir melalui QRIS mulai Februari.

”Karena saya tidak ingin jukir dibilang liar, bagaimanapun beliau ini (jukir) adalah saudara-saudara saya, wong Suroboyo (orang Surabaya). Masyarakat juga begitu, saya bilang kepada Jukir, ya harus mendapatkan yang terbaik, jangan (masyarakat) tidak dikasih karcis tapi diminta Rp 5 ribu – Rp 10 ribu,” kata Eri.

Untuk menguji kebenaran dan kejujuran, Wali Kota Eri menyebut, perwakilan paguyuban sepakat menerapkan pembayaran parkir via QRIS. Sebab, dia tidak ingin jukir memiliki pandangan negatif kepada pengguna jasa parkir, demikian pula sebaliknya.

”Alhamdulillah mereka (paguyuban) bisa menerima. Karena saya mengatakan kepada mereka, ayo cari (rezeki) yang jujur, Surabaya digawe adem (dibuat dingin). Saya tidak ingin jukir memiliki pikiran negatif kepada pengguna parkir dan masyarakat juga jangan berpikiran negatif kepada jukir,” ucap Eri.

Wali Kota Eri menyatakan, kebijakan penerapan parkir melalui QRIS pada Februari, akan tetap dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan dari pihak pengguna jasa parkir maupun jukir.

”Di situlah nanti kita lakukan evaluasi-evaluasi agar tidak saling menyalahkan. Kalau ternyata (warga) tidak sanggup, ya nanti ada pilihan, dia mau pakai uang tunai ya monggo (silakan), pakai QRIS ya monggo. Tapi nanti kita juga siapkan lagi voucher dan parkir berlangganan,” tegas Eri.

Dia menambahkan, kebijakan pembayaran parkir melalui QRIS di 1.370 titik parkir TJU pada Februari, tidak bersifat wajib. Hal tersebut dilakukan untuk tetap memberi kemudahan bagi pengguna jasa parkir yang tidak memiliki M-Banking atau belum siap dengan metode pembayaran QRIS.

”Karena kita baru tahu ternyata tidak semua orang Surabaya punya QRIS. Makanya kita siapkan lagi (metode lain), tapi untuk menuju ke sana (QRIS) iya. Karena sebenarnya ini adalah untuk menuju kejujuran,” tutur Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore