
Wagub Jatim Emil Dardak. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com - Tingkat pengangguran tenaga produktif harus menjadi perhatian bersama. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan saat ini pengangguran usia muda angkanya semakin meningkat. Menurutnya banyak dari anak muda yang cenderung lebih memilih-milih pekerjaan.
”22,41 persen penduduk usia muda di Jawa Timur menganggur, pengangguran usia muda di Republik Indonesia tertinggi di ASEAN dengan pendidikan sarjana atau SMA,” ungkapnya seperti dikutip Radar Surabaya , Senin (5/9).
Saat ini di Jawa Timur ada sekitar 6,1 juta warga yang tergolong dalam kelompok usia produktif lulusan SMA dan Sarjana, jadi total ada sekitar 1,3 juta penduduk usia muda di Jatim yang menganggur.
Menghadapi hal itu, mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing SDM melalui peningkatan produktivitas. Seperti pelibatan industri dalam pengembangan vokasi, peningkatan relevansi dan daya saing pendidikan menengah, serta penguasaan adopsi teknologi dan menciptakan inovasi.
”Ini akan sangat berkontribusi jika banyak perguruan tinggi yang mampu membaca tren saat ini dan melakukan inisiasi-inisiasi keilmuan baru yang relevan dengan tantangan saat ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Emil mengatakan revolusi industri 4.0 menuntut semua orang untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan utamanya terkait digitalisasi serta teknologi informasi dan komunikasi. Hal demikian, menurut Emil, secara perlahan akan menggeser sejumlah pekerjaan yang ada saat ini.
”Disruption ini menyebabkan sekitar 78 persen pekerjaan bisa tergantikan 69 persen data processing tergantikan. Maka kita harus bisa menangkap profesi baru augmented reality, big data analisis, robot automations, simulasi, integrasi sistem internet of thing, cloud computing, additive Manufacturing
dan sebagainya,” terangnya.
Emil menjelaskan untuk menghadapi berbagai tantangan kompleks saat ini diperlukan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjawab tantangan - tantangan tersebut.
Dan itu menjadi tugas bersama termasuk lembaga perguruan tinggi di Indonesia baik negeri dan swasta. Menurutnya, peran perguruan tinggi membaca tantangan dan menyiapkan sektor keilmuan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.
”Kita perlu mempersiapkan SDM supaya bisa menjawab tantangan terbaru dunia bisnis dan ekonomi,” katanya.
Emil menjelaskan bonus demografi di Indonesia harus menjadi perhatian karena bisa menjadi permasalahan besar ketika tidak dikelola dengan baik. Bonus demografi bisa menjadi keuntungan dan kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. ”Namun di sisi lain, bonus demografi juga bisa menjadi hambatan,” pungkasnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
