Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Agustus 2022 | 01.48 WIB

Dana Tangani Banjir Surabaya Capai Rp 846 Miliar

Banjir di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Banjir di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com – Proyek penanggulangan banjir menjadi program prioritas pemkot tahun depan. Itu terlihat dari besarnya porsi anggaran yang dialokasikan dalam KUA-PPAS 2023. Nilainya tembus Rp 846 miliar. Meningkat nyaris 100 persen dari anggaran tahun ini senilai Rp 465 miliar. Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, usulan itu sudah disetujui dalam KUA-PPAS. Tinggal nanti dibahas dalam dokumen RAPBD 2023.

Dewan akan mengkaji seberapa jauh peningkatan anggaran tersebut efektif dalam pengendalian banjir di metropolis. ’’Nanti pasti dibahas di banggar dan komisi yang membidangi pembangunan,’’ kata Awi, sapaan karib Adi Sutarwijono.

Di balik rencana menaikkan anggaran banjir, kata Awi, pemkot harus memberikan penjelasan yang sistematis dan logis. Apa saja yang akan dikerjakan untuk penanggulangan banjir. Nah, DPRD pun siap mengkaji apakah dengan anggaran jumbo itu penanganan banjir efektif atau tidak. ”Tentang rencana kenaikan, kami tunggu dokumen rancangan APBD 2023 dari pemkot,’’ ujar Awi.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menilai, penanganan banjir memang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Surabaya. Warga metropolis belum bebas dari ancaman banjir. Baik di tengah kota maupun di sejumlah permukiman warga. ”Masalah banjir belum terselesaikan,’’ kata Aning.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung pemkot untuk menaikkan anggaran penanggulangan banjir tahun depan. Banyak hal yang harus dikerjakan. Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari hulu sampai hilir. Misalnya, banjir di wilayah Ketintang harus ditangani secara utuh.

Tidak hanya melebarkan saluran di titik yang terdampak. Tapi, juga harus membuat crossing, melebarkan saluran hingga ke bagian hilir. Termasuk menyiapkan rumah pompa di wilayah sekitar. ”Ini agar air mengalir sampai ke hilir,’’ sambungnya.

Pekerjaan lain adalah pembuatan boezem. Menurut Aning, di beberapa kawasan rawan banjir harus disiapkan boezem sebagai daerah tangkapan air. Tujuannya, air tidak meluap ke jalan atau permukiman warga.

Tentu pembuatan boezem juga harus dikoordinasikan dengan pihak ketiga sebagai pemilik lahan. ”Saya kira boezem ini penting untuk diperbanyak,’’ ujar politikus PKS itu.

Anggota banggar Mochamad Machmud mengingatkan agar kenaikan anggaran tidak disia-siakan. Naiknya dana proyek penanganan banjir harus diikuti dengan pengendalian banjir yang efektif. Hal itu bisa dilihat dari berkurangnya luas genangan, kedalaman genangan, dan lama genangan.

”Kalau indikasi ini masih ada dan bahkan meluas, anggaran besar itu jadi sia-sia,’’ tegas Machmud.

ANGGARAN JUMBO UNTUK PENANGANAN BANJIR SURABAYA

- Dipakai untuk berbagai kebutuhan penanganan banjir

- Pelebaran saluran, pembuatan crossing, dan penambahan rumah pompa hingga ke hilir

- Pembuatan boezem

- Di Surabaya masih ada 118 titik banjir

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore