Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 17.47 WIB

Siksa Anak dengan Cabut Gigi hingga Siram Air Panas Dilakukan Ibu di Manyar sebagai Amalan Ilmu Pelet dan Pengasihan yang Didalaminya

AC, 26, warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, diamankan polisi setelah tega menganiaya anaknya.

JawaPos.com - Kekejaman AC, 26, warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, terhadap GE,9, anak kandungnya tak pantas ditiru. Sebab, dengan dalih mendidik, dia tega menyiksa anaknya dari mencabut gigi hingga menyiramnya dengan air panas.

Apa yang dilakukan AC ternyata sudah berlangsung lama. Kepada polisi yang memeriksanya, dia mengaku sudah menyiksa anaknya sejak dua tahun lalu. Alasannya, sebagai bentuk hukuman pada anaknya, karena melakukan kesalahan atau membantah perintahnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, kekerasan fisik terhadap anaknya ini dianggap sebagai bentuk didikan. Namun, tersangka mendidik terlalu keras.

"Pengakuannya, jika anaknya melakukan kesalahan, maka harus dihukum. Korban dicakar, cabut gigi menggunakan tang, dan minum air mendidih," tuturnya dikutip dari Radar Surabaya, Rabu (24/1).

Anehnya, sang anak malah membela ibunya di depan polisi dan mengaku itu semua karena kenakalannya. Saat diberi tahu hal itu, AC mengaku punya ilmu pengasihan.

"Menyiksa anaknya sebagai bentuk amalan yang wajib dilakukan untuk mendapat ilmu tersebut," katanya.

Bukan hanya ilmu pengasihan saja, tersangka juga mendalami ilmu pelet dan membaca kartu. Dia membantah mencabut gigi anaknya. Tang tersebut untuk menghancurkan gigi anaknya.

"Ia bilang memecahkan gigi anaknya karena sang anak makan hingga empat jam," ujar Hendro.

Sementara itu, aksi menyiram air panas dilakukan lantaran sang anak menantang ibunya. Awalnya, tersangka memperingatkan anaknya jika bisa masuk neraka jika berani menantang ibu.

"Korban menyampaikan jika siksa kubur sudah menunggu dia mati. Kalau sekarang berani gak apa-apa. Tersangka kemudian bilang, kalau begitu, kamu menantang Mami. Nanti ada neraka yang sebenarnya buat kamu," ungkap Hendro mengutip kata-kata tersangka.

Sementara itu, aksi menyiram air panas dilakukan lantaran sang anak menantang ibunya. Awalnya, tersangka memperingatkan anaknya jika bisa masuk neraka jika berani menantang ibu.

"Korban menyampaikan jika siksa kubur sudah menunggu dia mati. Kalau sekarang berani gak apa-apa. Tersangka kemudian bilang, kalau begitu, kamu menantang Mami. Nanti ada neraka yang sebenarnya buat kamu," ungkap Hendro mengutip kata-kata tersangka.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore