Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 17.01 WIB

Kejam! Ibu Muda Warga Manyar Surabaya Paksa Anaknya Berkumur dengan Air Mendidih, Cabut Gigi Pakai Tang, hingga Menyiram Air Panas

RAJA TEGA: AC, 26, menganiaya buah hati kandungnya, G, yang masih berusia 9 tahun dengan sangat kejam.

JawaPos.com – AC,26, seorang ibu muda warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, tega menganiaya anak kandungnya sendiri. Dengan kejam, AC meminta G, 9, anaknya mengumur air mendidih, mencabut gigi menggunakan tang, hingga terakhir menyiram menggunakan air mendidih.

Terkait hal ini, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, kejadian ini diketahui atas bantuan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

Pihak Dinsos Kota Surabaya mengajak korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melaporkan kejadian tersebut.

Pelaporan ini dikarenakan pihak Dinsos Kota Surabaya mendapat laporan, jika korban disiram menggunakan air panas.

"Ini kedua kalinya Dinsos Kota Surabaya mendapat laporan setelah sebelumnya korban dijemput orang tuanya dari Dinsos," kata Hendro, dikutip dari Radar Surabaya, Rabu (24/1).

Menurut Hendro, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SD ini tidak sekali ini mengalami kekerasan dari ibunya.

Sebelumnya Dinsos Kota Surabaya sempat membawa korban untuk dilakukan perawatan setelah mendapat kekerasan fisik maupun secara psikis dari ibu kandungnya ini.

Namun, setelah enam bulan dirawat, sang ibu atau tersangka datang ke Dinsos Kota Surabaya menjemput korban.

"Hingga akhirnya Dinsos mendapat kabar kembali pada 16 Januari lalu. Kemudian melaporkan ke kami pada 17 Januari," tuturnya.

Kekerasan ini dilakukan tersangka karena menganggap anaknya ini nakal dan tidak menurutinya.

Tersangka yang memiliki tato di tangannya ini memukul korban, meminta korban meminum air mendidih, hingga mencabut gigi korban menggunakan tang.

"Kejadian terakhir, korban diikat kemudian disiram menggunakan air mendidih. Korban mengalami luka dan saat ini sudah dirawat pihak Dinsos," ungkapnya.

Hendro mengungkapkan, meski ibunya sudah melakukan kekerasan sedemikian rupa terhadap korban, namun sang anak masih membela ibunya ini.

"Saat kami periksa ia mengungkapkan, itu bukan salah ibunya itu salahnya karena nakal. Ini yang membuat kami terenyuh, begitu sayangnya sang anak pada ibunya ini," terangnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore