
Photo
JawaPos.com–Seluruh calon pendonor darah yang diketahui memiliki penyakit menular telah diundang oleh Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Surabaya. Mereka telah menjalani konseling bersama dokter dan tenaga medis.
Kabag Pelayanan dan Humas UTD PMI Kota Surabaya Dokter Wandai Rasotedja memastikan mereka telah mendapatkan informasi lengkap terkait adanya penyakit menular berdasar pemeriksaan darahnya.
”Seluruh pendonor telah dipanggil untuk mendapatkan konseling soal penyakit menular dalam darah,” kata Wandai, Rabu (20/7).
Dia menyarankan agar para pendonor yang sampel darahnya mengandung penyakit menular untuk memeriksakan kesehatannya. Sebab, penyakit menular dalam darahnya diketahui dari sampel darah yang dicek secara screening di PMI.
Dengan demikian, kata Wandai, pemeriksaan laboratorium tersebut tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis pendonor yang di dalam darahnya ditemukan kandungan penyakit menular. ”Sifatnya screening bukan diagnosis, screening itu untuk melihat hasil sekecil mungkin. Jadi kadar penyakit baik itu virus atau apapun itu sekecil mungkin harus ditangkap,” papar Wandai.
Karena itu, Wandai meminta pendonor yang darahnya mengandung penyakit menular itu untuk datang ke PMI. Pendonor akan melakukan pengetesan ulang.
”Usai reaktif (positif) biasanya itu nanti kita karantina dulu, lalu periksa ulang. Kalau seandainya itu positif lagi, itu kita akan memberi kabar ke pendonor,” ucap Wandai.
Bila hasil menunjukkan positif lagi, pendonor tersebut akan diarahkan untuk periksa ke dokter. Skrining kemudian dilakukan tiap 3 bulan sekali selama 3 kali.
”Kami panggil ke kantor dapat form dan dikasih tahu diperiksa lagi, diambil sampelnya. Kita periksa itu dilakukan tiap tiga bulan selama tiga kali total sembilan kali. Kalau negatif baru bisa donor lagi,” ujar Wandai.
Sebelumnya, ratusan sampel darah yang akan didonorkan di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya ternyata mengandung penyakit menular. Penemuan itu diketahui pasca proses screening darah pendonor.
Wandai menyebut, terdapat 514 sampel darah pendonor yang terdapat kandungan penyakit. Dari jumlah tersebut yang mengandung penyakit menular Hepatitis B ada 213 sampel, hepatitis C 139, Sifilis 110, serta HIV 52 sampel darah.
”(Periode) Januari sampai Juni, HBsAg (Hepatitis B) 0,32 persen, HCV (Hepatitis C) 0,21 persen, Sifilis 0,17 Persen dan HIV 0,08, total 514 (sample),” kata Wandai.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
