
Ilustrasi kebakaran. Antara
JawaPos.com - Seorang ibu dan putrinya yang baru berusia 4 tahun ditemukan tewas terpanggang dalam kondisi berpelukan. Sedangkan sang ayah mengalami luka bakar cukup parah. Hal ini setelah SPBU mini mereka terbakar di sebuah warung kelontongan, di Desa Wedoro Timpian, Surabaya, Kamis (16/6) pagi.
Seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group), kedua korban tewas yakni Mahyatun, 36, dan putrinya, Indi Wulandari, 4. Ibu dan anak itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi. Ukurannya hanya 1 meter persegi dan lokasinya di ujung kanan belakang toko. Tubuh anak dan ibu malang itu gosong dan tampak sedang berpelukan.
Sementara itu, Sumahyah, ayah Indi sekaligus suami Mahyatun, dilarikan ke RS Bunda Waru. Pria 40 tahun itu mengalami luka bakar yang cukup parah. Pada pukul 09.00 WIB, bau gosong bercampur bensin masih menyeruak keluar dari dalam toko berukuran 5 x 3 meter itu.
Terlihat ada beberapa barang dagangan yang terbakar seperti beras, tabung gas, galon, dan kaleng-kaleng di bagian depan, seperti mesin pengisian bensin dan sisa kerangka sepeda motor matik yang hangus.
Tampak Tim Labfor Polda Jatun sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti. Beberapa barang seperti kabel bagian dalam mesin pengisian bensin serta serpihan dari bagian kerangka motor diambil.
Sebagai barang bukti guna mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Seorang saksi bernama Yudi, warga sekitar mengungkapkan, dirinya mengetahui peristiwa SPBU mini terbakar itu saat pulang jamaah salat Subuh dari masjid.
Dari jarak cukup jauh, pria 50 tahun itu melihat gumpalan asap. Menurut kesaksian Yudi, di lokasi kejadian saat itu sudah banyak warga yang berkerumun. Mereka berupaya menjinakkan api dengan cara mengguyurkan air ke toko tempat SPBU mini terbakar.
”Rumah saya kebetulan pas di belakang rumah yang terbakar,’’ ujarnya.
Yudi memperkirakan, kebakaran terjadi sejak pukul 03.45 WIB. Tidak lama, satu unit pemadam kebakaran (damkar) datang. Setelah berjibaku sekitar setengah jam, petugas pun berhasil memadamkan api.
Api tak sampai melalap bangunan di sebelahnya. Kemudian, polisi datang untuk mengevakuasi korban meninggal. Kapolsek Waru Kompol Bunari mengungkapkan, korban peristiwa SPBU mini terbakar itu merupakan warga Sampang, Madura. Mereka hanya tinggal bertiga.
Keluarga tersebut baru menjalankan usaha toko kelontong dan pom bensin mini di tempat tersebut sekitar 5 bulan terakhir. Toko itu bangunan dengan dua lantai. ”Di atas sebenarnya ada kos, cuma sedang tidak ada penghuninya,’’ katanya.
Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran di TKP tersebut. Beberapa warga mengungkapkan, kebakaran terjadi karena aktivitas Sumahyah yang melakukan bakar-bakar di depan rumah.
Ada juga yang menuturkan bahwa SPBU mini terbakar karena korsleting di mesin pengisian bensin. ’’Kami tidak bisa menduga-duga dan masih menunggu hasil dari lab forensik. Kita tindak lanjuti juga apa pom semacam ini ada izinnya atau tidak,’’ tutur Bunari dikutip dari Pojoksatu.id.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
