
Ilustrasi siswa TK. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Tahun ini, Kota Surabaya bakal memiliki taman kanak-kanak khusus untuk siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus (ABK). TK inklusi itu akan dibuka di dua sekolah, yaitu TK Negeri Pembina Jalan Jemursari Timur Nomor 1 A, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya dan TK Negeri Pembina 2 Jalan Pucang Jajar Nomor 10 A, Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
”Pendaftaran sekolah TK inklusi ini mulai tahun ajaran baru ini, yaitu mulai 1–8 Juni melalui online,” kata Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani, Selasa (24/5).
Rini memastikan sekolah TK inklusi itu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Surabaya. Apalagi selama ini, SD dan SMP inklusi sudah ada dan berjalan dengan baik di Surabaya.
Namun, untuk jenjang TK belum ada selama ini. Makanya, mulai tahun ini akan dibuka Sekolah TK Inklusi di Kota Surabaya.
”Kita berharap dengan adanya sekolah TK inklusi ini pembinaan dan pendampingannya benar-benar dimulai sejak dini, sehingga anak-anak hebat ini bisa terfasilitasi sedini mungkin, karena kalau tidak difasilitasi akan repot ke depannya,” terang Rini.
Dia menambahkan, dengan adanya TK inklusi diharapkan para orang tua lebih paham dan mengetahui betul tentang kondisi anaknya yang memiliki kelebihan khusus, sehingga tumbuh kembang si anak itu tetap bisa terkontrol.
”Jadi, monggo Bapak atau Ibu yang memiliki anak istimewa untuk daftar ke sekolah TK inklusi ini,” tutur Rini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh memastikan, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dan fasilitas untuk membuka sekolah TK inklusi. Termasuk para guru pendamping khusus yang akan mendampingi anak-anak istimewa.
”Tentu anak-anak yang sekolah di sini nanti anak berkebutuhan khusus yang masuk kategori ringan, karena kalau yang berat pasti ke SLB (sekolah luar biasa),” papar Yusuf.
Dengan adanya pendampingan khusus dari para guru, lanjut dia, diharapkan anak-anak itu nanti bisa berinteraksi dengan anak-anak normal lainnya. Diharapkan tidak ada sekat antara anak yang normal dengan anak yang memiliki keistimewaan.
”Jadi, di TK Negeri Pembina 1 dan 2 tidak hanya dikhususkan untuk anak yang berkebutuhan khusus, tapi anak yang normal juga. Makanya, dengan pendampingan khusus dan interaksi dengan anak-anak yang normal, kita berharap anak-anak istimewa ini bisa semakin normal dan akhirnya nanti setelah lulus TK biasa seperti anak-anak biasanya,” ujar Yusuf.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
