
Photo
JawaPos.com- Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMPN di Kota Surabaya sudah berlangsung sejak 17 Mei lalu. Yakni, dimulai validasi data. Tahapan ini akan selesai 2 Juni nanti. Setelah itu, baru mulai pendaftaran.
Jalur pendaftaran PPDB kali pertama yang dibuka adalah jalur afirmasi. Baik afirmasi inklusi maupun afirmasi mitra warga (MBR) pada 10-15 Juni. Lalu, jalur perpindahan tugas (14-15 Juni), jalur prestasi rapor dan prestasi lomba (16-20 Juni). Terakhir, jalur zonasi (23-25 Juni).
Namun, dari sejumlah jalur itu, biasanya yang paling menyita perhatian para orang tua adalah jalur zonasi. Sebab, seleksi berdasar zonasi menyediakan pagu paling besar. Peluang masuk sekolah negeri pun terbuka lebar. Jenjang SMP untuk jalur zonasi menyiapkan kuota 50 persen.
Meski demikian, wali murid tetap harus cermat. Apalagi peminat sekolah negeri masih cukup tinggi. Persaingan memperebutkan slot pagu juga diprediksi cukup ketat. ”Orang tua harus betul-betul mencermati jarak sekolah dengan tempat tinggal,’’ kata Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh, Jumat (20/5).
Para orang tua calon siswa harus memahami sistem zonasi yang diterapkan dalam PPDB. Yusuf menyampaikan, meski pendaftaran belum dibuka, tidak ada salahnya jika wali murid mulai mengukur radius jarak rumah dengan sekolah terdekat. Dengan demikian, mereka sudah bisa menerka sekolah mana yang akan dituju.
Wali murid bisa menggunakan bantuan aplikasi Google map dengan memilih menu measure distancing atau pengukuran jarak. Setelah menentukan radius, akan muncul jarak riil antara sekolah terdekat dan tempat tinggal. Lalu, bukti tersebut di-screen shoot sebagai bukti untuk disinkronkan dengan sistem PPDB yang dimiliki Dispendik Surabaya.
”Jalur zonasi ini lebih mudah diprediksi daripada jalur prestasi nilai rapor atau lomba. Karena bisa mengukur diri sendiri,’’ jelas Yusuf.
Dia menekankan bahwa radius berbeda dengan sistem aplikasi transportasi online. Misalnya, Gojek atau Grab yang mengikuti alur jalan. ”Kalau aplikasi transportasi online kan belok-belok mengikuti alur jalan. Kalau zonasi PPDB berdasar radius dengan menarik titik garis lurus antara sekolah dengan tempat tinggal,’’ bebernya.
Nah, setelah waktu pendaftaran dibuka, dispendik meminta masyarakat untuk tidak mengulur-ulur waktu. Jangan sampai saling menunggu karena merasa waktu pendaftaran masih panjang. Sebab, waktu pendaftaran juga bisa jadi faktor yang menentukan kelulusan calon siswa peserta didik. ’’Kalau sudah tahu jarak sekolah dengan rumah dekat, ya langsung daftar saja,’’ imbuh Yusuf.
Selain jalur zonasi, yang juga sering menimbulkan kebingungan adalah jalur prestasi. Itu berlaku khusus untuk jenjang SMP. Kuotanya 30 persen dari daya tampung sekolah.
Sekretaris Dispendik Surabaya Ida Widayati menyampaikan, ada dua jenis prestasi. Yaitu, prestasi nilai rapor dan prestasi kejuaraan atau perlombaan. Khususnya olahraga.
Khusus jalur prestasi lomba, Ida meminta orang tua harus paham bahwa tidak semua sekolah memiliki spesifikasi bidang olahraga. Contoh, SMPN 22 memiliki spesifikasi bola basket. Disesuaikan dengan talenta yang dikembangkan oleh sekolah. Karena itu, ada kesinambungan sampai ke jenjang yang lebih tinggi. ”Diharapkan bisa menjadi atlet yang berprestasi,’’ ujarnya.
Untuk prestasi akademik, bisa mencoba SMPN 1. Panitia akan menghitung nilai setiap anak didik. Mereka akan di-ranking. Yang dipakai adalah nilai rapor kelas IV, V, dan nilai kelas VI semester I. ”Siswa jalur prestasi bisa memilih sekolah di luar zonasi. Meskipun faktor jarak juga ikut menentukan kelulusan,’’ papar Ida.
Top 10 SMPN di Kota Surabaya Berdasar Nilai Rerata UN 2019
Setiap kali masa PPDB, para orang tua atau wali murid tentu berharap bisa mendapatkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya. Nah, hasil nilai rata-rata ujian nasional (UN) SMPN di Gresik ini bisa menjadi salah satu pertimbangannya.
Namun, data nilai rerata UN itu diambil pada 2019. Sebab, dalam dua tahun terakhir, UN telah ditiadakan dampak pandemi Covid-19. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Adapun top 10 SMPN di Kota Surabaya berdasarkan nilai rata-rata UN 2019 yang datanya diambil JawaPos.com dari wesbsite puspendik.kemdikbud.go.id adalah sebagai berikut:
SMPN 1 Surabaya

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
