Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Mei 2022 | 06.08 WIB

Penghuni Rutan Medaeng Berkurang Seribu Orang

Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji menyapa seorang napi di Rutan Medaeng. Humas Kemenkumham Jatim - Image

Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji menyapa seorang napi di Rutan Medaeng. Humas Kemenkumham Jatim

JawaPos.com–Jumlah penghuni di Rutan Medaeng menurun drastis pada 2022, berkurang 1.331 orang.

”Bila dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai 2.500 orang, tahun ini menjadi 1.369 orang,” kata Kepala Rutan Medaeng Wahyu Hendrajati saat mendampingi Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji yang melakukan inspeksi mendadak ke tiga UPT Pemasyarakatan di daerah Medaeng, Jumat (13/5).

Sidak itu berbarengan dengan penerimaan 222 tahanan baru dari Kejaksaan Negeri Surabaya dan Tanjung Perak.

”Hari ini (13/5) sangat banyak (napi) yang masuk karena menjadi hari pertama setelah libur Lebaran,” ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan, sebenarnya pihaknya tidak libur selama Lebaran. Bahkan pelayanan penitipan barang masih dijalankan saat hari raya Idul Fitri. Namun, kejaksaan baru saat ini mengirimkan tahanan baru.

”Dengan penambahan ini, penghuni kami menjadi 1.369 orang,” lanjut Wahyu.

Penurunan itu karena pihak rutan secara bertahap melakukan distribusi penghuni. Sehingga jumlah napi tidak terlalu banyak.

”Karena kami dalam tahap akhir persiapan untuk perluasan blok hunian agar kapasitas bisa meningkat sampai dua kali lipat,” terang Wahyu.

Menurut jadwal, proses perluasan Rutan Surabaya akan dimulai pertengahan tahun ini. Beberapa blok sudah dibersihkan agar saat proses renovasi bisa efektif dan efisien.

”Kami telah melakukan mitigasi terhadap risiko yang mungkin muncul, sehingga diharapkan bisa meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” urai Wahyu.

Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji melakukan sidak untuk melihat kesiapsiagaan ketiga satker dalam pelayanan publik. UPT pertama yang dikunjungi adalah Rutan Kelas I Surabaya.

Zaeroji berpesan agar Rutan Surabaya tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Hal itu juga harus diimbangi dengan pelayanan tahanan yang prima.

”Sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder agar kondisi rutan tetap kondusif,” ujar Zaeroji.

Sedangkan di Rupbasan dan Bapas Surabaya, Zaeroji meminta jajarannya bekerja optimal. Jangan sampai kekurangan yang ada membuat penurunan kinerja. Justru harus dijadikan dasar untuk menciptakan inovasi kinerja.

”Jangan mudah menyerah dengan keadaan, inovasi mutlak agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ucap Zaeroji.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore