Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Februari 2022 | 17.39 WIB

Di Surabaya, Minyak Goreng Tetap Langka dan Harganya Tinggi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Persoalan kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng di Surabaya Raya belum selesai. Warga dan para pelaku usaha masih kerepotan untuk mendapatkan komoditas tersebut. Kebijakan subsidi pemerintah pun belum banyak berefek.

Di Pasar Pegirian, Semampir, Surabaya, misalnya. Harga minyak goreng masih mencapai Rp 17 ribu per liter. Pedagang belum bisa menurunkan harga sesuai dengan kebijakan pemerintah lantaran terbentur harga yang ditentukan distributor. Jika kebijakan tersebut dipaksakan, mereka akan mengalami kerugian besar.

Untuk memastikan kebenarannya, Kecamatan Semampir bersama tiga pilar melakukan sidak pasar pada Rabu (16/2) sore. Camat Semampir Yongki Kuspriyanto Wibowo menyatakan, harga minyak goreng di pasar tradisional masih cukup tinggi. Yaitu, menyentuh harga Rp 16 ribu–Rp 17 ribu per liter.

Agar pendistribusian merata, para pedagang menerapkan pembatasan pembelian. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 liter saja.

Selain Pasar Pegirian, pengecekan menyasar beberapa titik lain. Mulai apotek, agen atau gudang sembako, hingga ketersediaan gas LPG 3 kilogram. Didampingi Kapolsek Semampir Kompol Ari Bayu Aji, petugas kecamatan menelusuri satu per satu titik lokasi.

Yongki menjelaskan, tingginya kasus Covid-19 membuat penjualan obat-obatan di apotek meningkat. Terutama obat flu dan berbagai jenis vitamin.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore