
Ilustrasi police line
JawaPos.com – Renald Christoper, pengacara Mitra Ohello, salah seorang korban yang selamat seusai menenggak miras di Cruz Lounge Vasa Hotel, meminta pihak pengelola tempat hiburan itu bertanggung jawab. Sebab, dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan zat metanol yang larut dalam tubuh korban.
Renald mengatakan, zat metanol ditemukan di dalam lambung Mitra. Organ yang berfungsi memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil itu rusak karena kadar alkohol yang berlebihan.
”Saat ini Mitra masih sangat lemas. Lambungnya nyeri. Mual dan kerap muntah jika mengonsumsi makanan, lalu sakit tenggorokan serta pusing yang berlebihan,” ucapnya.
Dugaan sementara, zat metanol itu bercampur dengan miras saat bartender meracik minuman. Saat dikonsumsi, miras yang disajikan tersebut menjadi sangat beracun. Apabila kerusakannya parah, Mitra dipastikan harus rutin cuci darah.
Berdasar temuan zat metanol itu, Renald meminta Vasa Hotel bertanggung jawab. Menurut dia, sejauh ini pihak Vasa belum menunjukkan iktikad baik. ”Sampai saat ini, mereka (pihak pengelola tempat hiburan) belum menjenguk korban. Termasuk Mitra. Mereka seperti tidak merasa bersalah,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Renald akan menemui pihak Vasa Hotel. Dia berharap pihak hotel bertanggung jawab. Apabila pertemuan itu tidak membuahkan hasil, Renald akan membuat laporan ke polisi.
Lebih lanjut, Renald mengatakan, semua bukti rekam medis sudah diserahkan ke polisi. Dengan bukti-bukti itu, dia berharap proses penyelidikan berjalan cepat.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, petugas sudah memeriksa 13 saksi. Itu meliputi korban yang selamat, manajemen Vasa Hotel, dan bartender.
Meski sudah menerima bukti-bukti dari kuasa hukum Mitra, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Hendro, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor Polda Jatim.
”Saat ini masih kami pelajari. Kami juga mencocokkan keterangan yang diberikan saksi. Termasuk bartender. Mohon bersabar,” kata Hendro.
Sementara itu, Asisten Direktur Marcomm Vasa Hotel Surabaya Mega Tarina menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. Sebab, proses penyelidikan pihak kepolisian masih berjalan. ”Mohon maaf, belum bisa memberikan statement,” jelasnya.
Pihak Vasa, kata Mega, mendukung proses penyelidikan. Serta menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Selama proses penyelidikan, hingga kemarin (3/1) Cruz Lounge Vasa Hotel belum beroperasi. ”Masih stop beroperasi dulu,” terang Mega. (ian/ata/c6/aph)
BAHAYA METANOL BAGI TUBUH
- Zat metanol bersifat lebih beracun ketimbang etanol.
- Metanol berfungsi untuk pelarut dan bahan bakar, termasuk bahan disinfektan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
