
Photo
JawaPos.com- Upaya pencegahan penyelundupan satwa dilindungi terus dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim. Salah satunya melakukan koordinasi dengan stakeholder di beberapa wilayah. Khususnya di daerah tempat satwa tersebut berasal.
Jawa Timur menjadi salah satu kawasan pintu masuk penyelundupan satwa yang dilindungi. Terutama jalur laut. Fenomena itu sering ditemukan di pelabuhan kecil. Misal, di Paciran, Lamongan. ’’Kalau pelabuhan besar seperti Tanjung Perak sekarang sudah susah,’’ kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BBKSDA Jatim Gatut Panggah Prasetyo.
Menurut dia, akses masuk banyak melalui jalur laut. Terutama melalui pelabuhan kecil yang pengamanannya kurang ketat. Satwa yang diperdagangkan pun beragam. Mulai burung yang dilindungi hingga mamalia seperti binturung.
Perdagangan satwa juga dilakukan melalui online. Karena itu, BBKSDA berkolaborasi dengan semua pihak. Gatut menjelaskan, banyak jenis satwa dilindungi yang diperdagangkan. Mulai kakaktua paruh bengkok, cenderawasih, hingga macan tutul.
Berdasar data yang diterima Jawa Pos, dalam setahun lalu, total ada 13 kasus penjualan satwa liar yang digagalkan oleh pihak kepolisian. ”Paling banyak berada di Surabaya Raya. Jumlahnya pun ratusan. Jenis hewan yang diperdagangkan mayoritas burung yang dilindungi,’’ paparnya.
Gatut menjelaskan, semua satwa itu kini sudah dikembalikan ke habitat asalnya. Proses tersebut tidak gampang. Dana yang dibutuhkan juga besar. Sebab, para satwa itu harus melalui proses yang cukup panjang. ”Seperti cenderawasih ya kita kembalikan ke Papua, tempat asalnya,’’ ucapnya kemarin siang.
Menurut Gatut, pengawasan ketat tidak hanya dilakukan di pintu masuk Jatim. Tetapi, juga dari tempat asal satwa tersebut. Jadi, hulunya juga harus diperketat. Karena itu, BBKSDA Jatim menggandeng semua stakeholder di beberapa daerah. Misalnya, Kalimantan, Papua, dan sebagainya.
Selain itu, BBKSDA Jatim juga terus berkoordinasi dengan pemkot dan pemkab setempat. Sebab tidak dimungkiri, masih ada warga yang merawat satwa dilindungi. Biasanya paling banyak burung kicau. ’’Sosialisasi terus dilakukan agar penjualan satwa dilindungi dapat ditekan,’’ terang Gatut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
