Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Januari 2022 | 03.07 WIB

Dana Rp 41 M untuk Tambal Sulam Jalan Surabaya-Waru

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Jalan nasional di wilayah Surabaya memerlukan perhatian lebih besar. Tingginya lalu lintas dan maraknya kendaraan over dimension overload (ODOL) mempercepat kerusakan jalan. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyiapkan anggaran Rp 41 miliar untuk perawatan jalur Surabaya–Waru.

Saat ini proyek preservasi jalan nasional sudah masuk lelang. BBPJN berharap lelang selesai secepatnya. Dengan begitu, program perawatan jalan bisa dimulai lebih awal atau triwulan pertama 2022.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN Jatim-Bali Sodeli menjelaskan bahwa penyusunan program perawatan didasari banyak hal. Sebelumnya, tim dari satuan kerja (satker) di tiap ruas melakukan survei tahun lalu. ”Jadi, sudah ditentukan titik-titik mana saja yang akan direhab tahun ini (2022, Red),” kata Sodeli saat dihubungi kemarin (3/1).

Terkait dengan jalur Surabaya–Waru, dia menyebut belum ada proyek besar yang dilakukan BBPJN. Tidak ada pelebaran jalan di Kota Pahlawan tahun ini. Selain itu, BBPJN belum berencana mengeraskan jalan dengan memasang beton.

Sodeli mengatakan, anggaran Rp 41 miliar difokuskan untuk perawatan. Itu meliputi sejumlah hal. BBPJN akan berfokus melakukan tambal sulam pada sejumlah titik jalan yang berlubang.

Selain itu, anggaran yang bersumber dari APBN akan dipakai untuk membangun saluran air dan perawatan jembatan. Penataan saluran penting untuk mencegah genangan di jalan raya.

Menurut Sodeli, mekanisme pengerjaan telah diatur. Proyek dilakukan saat malam agar tidak menimbulkan kemacetan. Pengerjaan digarap atas rekomendasi kepolisian.

Berdasar informasi, panjang ruas Surabaya–Waru mencapai 50 kilometer. Itu memanjang dari kawasan utara seperti Jalan Kalianak, Perak, Gubeng, sampai ke Waru. Sebagian besar jalan di pusat kota juga masuk ruas Surabaya–Waru.

Sodeli menjelaskan, penyebab aspal cepat rusak memang banyak. Keberadaan kendaraan ODOL menjadi salah satu pemicunya. Selain itu, kerusakan disebabkan genangan air hujan.

Sodeli menegaskan bahwa BBPJN turut berkomitmen untuk menertibkan ODOL. Ada imbauan yang disebar. Sosialisasi juga dilakukan kepada pengemudi di sejumlah titik.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore