
SEDANG DIBANGUN: Pembangunan apartemen di Surabaya sedang berlangsung. Menurut catatan pemkot, investasi industri properti cukup besar. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Investasi yang masuk ke Surabaya terus naik. Laporan investasi yang masuk hingga 9 Desember 2021 tercatat sudah melampaui target tahunan. Capaian itu berada di angka Rp 27,8 triliun. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya optimistis tahun depan iklim investasi di Kota Pahlawan bakal bergairah.
Capaian investasi di Surabaya terus menunjukkan tren yang positif. Dari bulan ke bulan pertumbuhan selalu menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bahkan hingga Desember berjalan, target tahunan investasi Surabaya tercapai.
Kepala DPMPTSP Surabaya M. Taswin menyebut dana investasi yang masuk hingga 9 Desember 2021 mencapai Rp 27,8 triliun. Ada penambahan Rp 4,55 triliun jika dibandingkan dengan catatan bulan lalu.
”Artinya, dalam satu bulan ada peningkatan sebesar 19,5 persen pertumbuhan investasi di Kota Surabaya,” terangnya.
Dia menerangkan, sektor pendongkrak paling besar investasi tetap dipegang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN). Terutama sektor properti. Misalnya, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Minat pasar pada tiga bidang itu tumbuh seiring dengan kondisi ekonomi yang terus pulih. Optimisme masyarakat ditunjukkan dengan belanja di sektor properti yang turut naik.
Karena itu, investor tidak ragu terus menggenjot modalnya di sektor tersebut. Bahkan, jumlahnya mencapai 50,2 persen dari total investasi PMDN. Posisi kedua diduduki sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Posisi ketiga kesehatan. Keempat, ada hotel dan restoran. Posisi kelima diisi perdagangan dan reparasi.
”Penanam modal melirik bidang itu masih sangat potensial. Optimisme itu ditambah dengan kondisi Surabaya yang terus membaik. Baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,’’ katanya.
Berbeda halnya dengan penanaman modal asing (PMA). Minat investasi justru ada pada sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Mereka melihat posisi Surabaya yang strategis sebagai kota hub atau penghubung dengan wilayah-wilayah lain.
Menurut Taswin, memang Surabaya masih diandalkan sebagai pintu masuk dan keluar kebutuhan dari berbagai wilayah. Untuk kawasan Indonesia Timur misalnya, suplai logistik didukung melalui pelabuhan yang ada di Surabaya. Demikian pula aktivitas ekspor dan impor yang juga melalui Surabaya.
Dengan kondisi tersebut, Taswin optimistis target Rp 45 triliun investasi yang masuk pada 2022 bukan angka yang muluk-muluk. Strategi pun sudah disiapkan sebagai kunci utama menggaet penanam modal.
”Kami sudah siapkan peta potensi Surabaya sebagai alat pengenalan potensi Surabaya. Di sana informasinya lengkap. Mulai bisnis apa saja yang bisa didirikan hingga analisis kelayakan usaha kami sediakan,’’ terangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
